Suara.com - Ngeri, Paru-paru Lelaki Ini Kolaps Usai Jogging Pakai Masker
Paru-paru seorang lelaki di China mengalami kolaps dan harus segera dioperasi. Ia dilaporkan mengalami hal tersebut usai jogging sejauh 4 kilometer menggunakan masker di wajah.
Lelaki ini berasal dari Wuhan, China, yang menjadi pusat penyebaran virus corona yang kini menjadi pandemi di seluruh dunia. Dalam sebuah pernyataan, Wuhan Central Hospital menyebut lelaki berusia 26 tahun tersebut mengeluhkan adanya nyeri dada dan sesak napas pada Kamis (7/5/2020) lalu.
Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menemukan paru-paru sebelah kirinya terkompres sebanyak 90 persen dan jantungnya berpindah ke sisi kanan tubuhnya.
Paru-paru kolaps atau secara medis disebut sebagai pneumothoraks, terjadi saat udara bocor ke luar paru-paru, demikian dilaporkan Fox News.
Pasien tersebut menjalani operasi dan kini sedang berada dalam kondisi stabil. Pihak berwenang percaya bahwa kondisi membahayakan tersebut terjadi karena lelaki itu menggunakan masker wajah saat berlari.
Pihak rumah sakit mengatakan bahwa lelaki tersebut mulai lari sejak dua minggu lalu. Secara perlahan ia menambah jarak tiap kali keluar untuk jogging.
Disebutkan ia selalu menggunakan masker setiap kali jogging karena keparahan penyebaran virus corona yang terjadi di Wuhan.
Pada hari Kamis, ia menghentikan larinya karena mulai merasa sesak napas dan kemudian kembali pulang ke rumah. Tak lama kemudian ia dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya memburuk.
Baca Juga: Ramalan Zodiak 14 Mei 2020: Curigaan, Pisces Susah Percaya pada Si Dia
Cheo Baojun, direktur departemen bedah thoraks di Wuhan mengatakan lelaki tersebut memang sejak awal sudah rentan akan pneumothoraks spontan sebab ukuran tubuhnya yang kurus dan jangkung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?