Suara.com - Kasus positif di Indonesia memang bertambah cukup banyak seiring diperbanyaknya alat tes Covid-19. Tak main-main, pertambahan kasus baru dalam sehari selalu di atas 500 kasus.
Per Kamis (14/5/2020), kasus positif di Indonesia sudah mencapai 16.006 kasus dengan angka kesembuhan sebanyak 3.518 orang. Sayangnya, kasus meninggal karena Covid-19 sudah tembus 1.043 orang.
Berdasarkan data real time Worldometers, Jumat (15/5/2020) pukul 09.00 WIB, di Asia sendiri setidaknya ada 5 negara yang jadi perhatian dengan kasus kematian terbanyak, seperti Iran dengan 6.854 orang meninggal dari 114.533 kasus positif.
Di China terdapat 4.633 orang meninggal dari 82.933 kasus positif. Kemudian Turki 4.007 orang meninggal dari total kasus 144.749. Sedangkan India sebanyak 2.649 meninggal dunia dari 81.997 total kasus. Terakhir, Indonesia sebanyak 1.043 orang meninggal dunia dari 16.006 kasus positif.
Meski Indonesia memiliki kasus yang cenderung lebih sedikit dibanding 4 negara itu, akan tetapi fatality rate atau tingkat kematian Indonesia lebih tinggi dari 4 negara tersebut.
Itu artinya Indonesia memiliki tingkat kematian tertinggi di Asia. Dimana kasus meninggal (1.043) dibagi jumlah total kasus positif (16.006) dikalikan 100 persen, tingkat kematian Indonesia sebesar 6,5 persen.
Sementara itu tingkat kematian Iran sebesar 5,9 persen, China 5,5 persen, Turki 2,7 persen, dan India 3,2 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya