Suara.com - Catat! Ini Tips Beli Air Minum Isi Ulang Agar Kesehatan Terjamin
Air minum isi ulang cukup dekat dengan kehidupan masyarakat. Biasanya produsen air isi ulang akan keliling ke rumah-rumah konsumennya untuk mengambil galon kosong dan kembali mengisi ulang dengan air yang minum.
Sebagai konsumen, kita tentu berhak tahu kualitas produk yang dikonsumsi dan cara penyajiannya. Bukan berarti harus memantau langsung di tempat pembuatannya.
Ada tips tertentu yang bisa dilakukan agar kita tetap mendapatkan kualitas air minum isi ulang yang baik.
"Kita harus memastikan air galon diproduksi oleh perusahaan yang sudah dapat izin. Karena kalau belum dapat izin kita gak punya jaminan apakah perusahaan itu ada di bawah BPOM atau engga," kata pakar teknologi pangan dari Institut Pertanian Bogor Dr. Eko Hari Purnomo dalam virtual conference bersama media, Rabu (20/5/2020).
Selain itu, membersihkan galon setelah diantarkan ke rumah juga sangat penting.
Jika galon akan langsung dipakai atau ditaruh didispenser maka bersihkan dahulu dengan tisu beralkohol yang biasanya diberikan penjual.
"Kalau mau langsung dibuka itu kan ada kemungkinan pada tutup kotor. Dan akan masuk pada minumannya. Jadi harus dibersihkan. Dan jangan sampai tisu digunakan untuk badan botol baru ke tutupnya. Itu terbalik. Karena kalau engga itu tercemar tutupnya, nanti percuma," paparnya.
Letak penyimpanan galin juga harus diperhatikan. Eko menyarankan, sebaiknya letakan galon air minum isi ulang jauh dari paparan sinar matahari.
Baca Juga: Virus Corona Menyebar Melalui Droplet, Apakah Bisa Tahan di Air Minum?
"Kalau mau disimpan, jauhkan dari sinar matahari. Juga perlu perhatikan kualitas dispenser. Kalau botolnya udah bagus tapi kualitas dispenser jelek percuma nanti migrasi itu bisa terjadi dari dispenser ke botol," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi