Suara.com - Peneliti China Temukan Bukti Baru Asal Usul Virus Corona, Dari Mana?
Peneliti China telah menemukan bukti terbaru tentang asal-usul virus corona atau Covid-19.
Temuan ini melengkapi puzzle hasil penelitian yang sebelumnya telah terungkap.
Baru-baru ini ilmuwan di China telah menemukan clade virus corona baru yang berbeda dari yang dibagikan di antara pasien yang terhubung dengan pasar makanan laut Huanan di Wuhan.
Clade sendiri merupakan istilah untuk kelompok taksonomi yang memiliki satu leluhur bersama dan semua keturunannya juga berasal dari moyang tersebut.
Artinya hasil tersebut memberikan bukti baru bahwa pasar mungkin bukan asal dari virus yang menyebabkan pandemi Covid-19 yang mematikan. Demikian seperti dilansir dari Global Times.
Dalam penelitiannya, merek mengumpulkan sampel genom virus dari 326 pasien di Shanghai antara 20 Januari dan 25 Februari.
Mereka mengidentifikasi dua clades utama, keduanya termasuk kasus yang didiagnosis pada awal Desember 2019, menurut sebuah makalah pre-review yang diterbitkan online oleh majalah Nature pada 20 Mei. .
Mereka memperhatikan bahwa genom dari enam pasien dengan riwayat kontak yang terkait dengan pasar makanan laut Huanan jatuh ke dalam satu jenis clade.
Baca Juga: Ejakulasi di Muka Hingga Sperma Nyemprot ke Mata, Bahayakah?
Sementara tiga pasien lainnya didiagnosis pada periode yang sama tetapi tanpa paparan ke pasar yang dikelompokkan ke dalam clade lainnya, menunjukkan berbagai asal-usul penularan di Shanghai.
Dua garis keturunan utama dari virus yang berasal dari satu nenek moyang yang sama mungkin berasal secara independen dari Wuhan pada Desember 2019.
Itulah yang berkontribusi terhadap pandemi saat ini, meskipun tidak ada perbedaan besar dalam manifestasi klinis atau penularan yang ditemukan di antara mereka.
Penelitian ini dilakukan bersama oleh tim peneliti dari Shanghai Public Health Clinical Center and the National Research Center for Translational Medicine.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi