Suara.com - Setelah Sembuh, Berapa Lama Seseorang Kebal dari Covid-19?
Seseorang yang sembuh dari Covid-19 diharapkan telah memiliki antibodi atau kekebalan yang membuatnya tidak bisa terinfeksi kembali.
Asisten Dokter di Perlman Clinic La Jolla, California, Kelly Snowden, mengatakan yang dimaksud antibodi ini adalah dua imunoglobulin IgM dan IgG. Antibodi ini biasanya terdeteksi dalam darah yang menunjukkan sudah berapa lama seseorang terpapar virus.
Mengutip Pop Sugar, Rabu (27/5/2020), antibodi IgM ini hadir saat seseorang baru saja terinfeksi SARS CoV 2. Antibodi ini biasanya terbentuk setelah 3 hingga 5 hari pada pasien bergejala, dan sekitar 7 hari setelah infeksi pada orang tanpa gejala (OTG). Tapi IgM akan menghilang sekitar 21 hari setelahnya.
Sedangkan antibodi IgG menunjukkan adanya paparan masa lalu dari SARS CoV 2. Antibodi IgG biasanya terbentuk 14 hingga 21 hari setelah seseorang terinfeksi dan bisa terdeteksi selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun kemudian.
"Sehingga durasi kekebalan manusia untuk virus SARS CoV 2 masih harus ditentukan," ungkap Snowden.
John Whyte, MD, MPh, Kepala Petugas Medis WebMD mengungkap meski ia tidak tahu pasti, namun ia percaya pasien dengan antibodi Covid-19 memiliki kekebalan terhadap virus corona. Kekebalan ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau selama bertahun-tahun.
Menurutnya, ini penting untuk dicari tahu jika saat ini kita belum memiliki vaksin di beberapa waktu yang akan datang. "Tapi kami tidak percaya (kekebalan dari Covid-19), seperti campak, di mana seseorang memiliki kekebalan seumur hidup," jelas Dr. Whyte.
Di sisi lain, ahli alergi dan imunolog dari New York, David Erstein, MD, juga tidak tahu berapa lama antibodi terhadap Covid-19 bisa bertahan, karena penelitian masih berlangsung.
Baca Juga: Pernah Terinfeksi Covid-19, Sejumlah Tenaga Medis Kembangkan Antibodi
"Namun yang menjanjikan, dalam studi virus serupa seperti SARS CoV 2, menunjukkan kekebalan maksimal terjadi di sekitar empat bulan, dan memberikan perlindungan selama dua hingga tiga tahun. Semoga respons tubuh kita terhadap Covid-19 akan bereaksi sama," kata Dr. David.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran