Suara.com - Dokter Anak: Separuh Pasien Covid-19 Anak Mengalami Gejala Demam dan Batuk
Anak-anak menjadi kelompok usia paling sedikit yang terinfeksi virus corona. Rata-rata presentase di dunia, virus yang menyebabkan Covid-19 itu menyerang sekitar 1 hingga 5 persen anak-anak di dunia.
Di Indonesia sendiri, berdasarkan data yang disampaikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pasien Covid-19 anak-anak usia 0-18 tahun ada sebanyak 584 orang atau sekitar 3-4 persen dari total kasus Covid-19 di Indonesia.
"Jadi masih serupa dengan negara lain. Dari segi angka seperti besar tapi kalau secara statistik tetap lebih kecil dari pada orang dewasa. Yang perlu ditekankan bahwa Covid-19 bisa menyerang orang dewasa juga anak-anak," kata Dokter spesialis anak dr. Caessar Pronocitro Sp.A, M.Sc dalam siaran langsung bersama Instagram Orami Parenting, Kamis (28/5/2020).
Serupa dengan pasien orang dewasa, Caessar mengatakan, anak-anak yang terinfeksi virus corona juga mengalami tingkatan gejala yang berbeda. Hanya saja 90 persen di antaranya, rata-rata mengalami gejala ringan hingga sedang.
"Penelitian beberapa negara 90 persen infeksi pada anak tidak bergejala, gejala ringan atau sedang. Sepuluh persen bisa gejala berat atau kritis sehingga membutuhkan ruangan intensif. Jadi bukan berarti pada anak tidak bisa gejala berat, bisa. Sehingga kita tetap harus waspada juga," paparnya.
Ia menambahkan, gejala Covid-19 yang dialami anak pada umumnya sama seperti orang dewasa. Yaitu demam tinggi, batuk, juga gangguan pencernaan.
"Kalau dari data penerilian beberapa negara kategori ringan lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Kasus pada anak, gejala paling sering demam, 59 persen, 46 persen gejalanya batuk. Kemudian pada anak 12 persen gejala gangguan pencernaan," tuturnya.
Menurut Caessar, setiap anak bisa mengalami lebih dari satu gejala. Sementara itu, 26 persen kasus Covid-19 pada anak tidak mengalami gejala apa pun.
Baca Juga: Studi: Jumlah Orang Terinfeksi Covid-19 Tanpa Gejala Mungkin Lebih Besar
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit