Suara.com - Selalu pakai masker saat keluar rumah menjadi protokol kesehatan yang harus dipatuhi semua pihak di tengah pandemi corona Covid-19 saat ini. Namun, apakah pakai masker di dalam rumah juga diperlukan?
Menurut sebuah studi baru, orang-orang harus terus memakai masker wajah bahkan ketika mereka berada di rumah untuk memastikan bahwa semua orang benar-benar aman dari pandemi coronavirus.
Dilansir dari Medical Daily, para ahli dan peneliti kesehatan masyarakat menemukan memakai masker bahkan saat berada di rumah mungkin merupakan cara yang lebih baik dalam memperlambat penyebaran virus corona Covid-19.
Diterbitkan di BMJ Global Health, studi baru menunjukkan bahwa kita dapat mengurangi risiko menginfeksi seseorang hingga 79 persen, jika kita terus mengenakan masker bahkan saat kita di rumah. Terutama jika seseorang di dalam rumah itu positif Covid-19.
Namun demikian, bagi kita semua yang mungkin merasa tidak nyaman dan tidak masuk akal untuk terus memakai masker di rumah, ada alternatif lain.
Sebab penelitian ini juga menemukan bahwa secara teratur menggunakan pemutih atau disinfektan yang disetujui untuk membersihkan permukaan benda di rumah sama-sama mengurangi risiko penyebaran virus sekitar 77 persen.
"Studi ini mengkonfirmasi risiko penularan tertinggi sebelum timbulnya gejala, dan memberikan bukti pertama tentang efektivitas penggunaan masker, desinfeksi dan jarak sosial dalam mencegah Covid-19," tulis para peneliti dalam penelitian tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya