Suara.com - Banyak orang percaya bahwa virus corona atua Covid-19 mempunyai tingkat penularan yang tinggi.
Tapi ada sebuah kabar baik, sebuah penelitian mengungkapkan tidak semua orang yang memiliki virus corona baru menularkannya kepada orang lain.
Fakta itu menurut peneliti di Hong Kong yang meneliti ratusan kasus Covid-19 yang tercatat antara Januari dan April.
Studi baru menunjukkan bahwa peristiwa superspread yang berkontribusi pada penyebaran Covid-19. Itu terjadi ketika satu orang yang terinfeksi menyebarkan virus ke sejumlah besar orang di satu tempat.
"Itulah gambaran yang kami miliki sejauh ini. Peristiwa penyebaran supercepat terjadi lebih dari yang kita harapkan, lebih dari apa yang bisa dijelaskan secara kebetulan. Frekuensi superspreading melampaui apa yang bisa kita bayangkan," kata Ben Cowling, penulis studi seperti dilansir dari Medical Daily.
Untuk penelitian ini, Cowling dan rekan-rekannya menganalisis lebih dari 1.000 kasus Covid-19 di Hong Kong.
Hampir 350 kasus dikaitkan dengan penyebaran komunitas, sedangkan sisanya adalah pasien yang kembali dari negara lain.
Para peneliti mengatakan superspreading adalah cara utama penularan di kota.
Mereka menemukan hubungan antara 80 persen dari infeksi dan peristiwa superspreading, terutama terjadi di pertemuan sosial di dalam ruangan seperti pernikahan, pertemuan keagamaan dan juga bar.
Baca Juga: Banyak Orang Mimpi Buruk Terkait Virus Corona, Ini Kata Analis Mimpi!
Para peneliti mengatakan pertemuan sosial berkontribusi lebih banyak pada kasus sekunder dibandingkan dengan paparan keluarga atau pekerjaan.
Analisis menunjukkan bahwa 70 persen pasien yang diteliti tidak menularkan coronavirus kepada orang lain.
Tim berharap bahwa temuan ini akan memandu para pembuat kebijakan dalam menciptakan pedoman baru untuk mengelola penyebaran COVID-19.
Mereka mengatakan upaya harus fokus pada pengurangan kejadian superspreading untuk menghindari infeksi.
Cowling mengatakan peningkatan pelacakan kontak dan pengujian virus corona dapat membantu negara menemukan sumber transmisi terbanyak.
Itu bisa membantu dalam mengatur lockdwon yang ditargetkan dan memungkinkan bagian lain dari komunitas untuk kembali normal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak