Suara.com - Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Evy Mulyani mengatakan pandemi Covid-19 memberikan pembelajaran yang positif di dunia pendidikan.
Salah satu pembelajarannya yakni dari sisi pemanfaatan teknologi.
"Dunia pendidikan pandemi Covid-19 ini juga memberikan beberapa pembelajaran positif, salah satunya dari sisi teknologi, pemanfaatan teknologi," ujar Evy dalam siaran Youtube BNPB, Selasa (9/6/2020).
Evy menilai terjadi peningkatan penyerapan teknologi dalam pendidikan terhadap tenaga pendidik dan orangtua selama proses pembelajaran di rumah di tengah pandemi.
"Kita lihat begitu luar biasa dalam proses pembelajaran meningkatkan penyerapan teknologi dalam pendidikan. Jadi hal-hal yang tentunya kita tidak lihat atau belum lihat sebelum pandemi terkait dengan penggunaan teknologi dalam waktu singkat oleh insan pendidikan termasuk oleh orang tua dalam sejarah Indonesia ini menjadi luar biasa," ucap dia.
Tak hanya itu, Evy mengakui masih ada daerah-daerah yang masih berjuang mengadopsi teknologi.
"Meskipun ada memang daerah di Indonesia yang masih harus berjuang mengadopsi teknologi tapi juga dengan keharusan keluar zona nyaman bereksperimen mencoba untuk pertama kali mencoba dan akhirnya terjadi percepatan adopsi teknologi dan ini akan tentunya akan bermanfaat secara umum dalam dunia pendidikan di masa depan," tutur Evy.
Pembelajaran positif lain kata Evy yakni orangtua memahami kesulitan menjadi guru di rumah.
Selain itu perlunya kolaborasi yang baik antara orangtua dan murid dalam proses pembelajaran dalam hal pemanfaatan teknologi.
Baca Juga: Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Dimulai Pekan Ketiga Juli, Tanpa Tatap Muka
"Pandemi ini memunculkan beberapa pembelajaran positi, kita melihat bahwa dalam hal ini bagaimana orang tua memahami kesulitan menjadi guru. Kemudian bagaimana perlunya kolaborasi antara orang tua dan guru yang baik dalam proses pembelajaran kemudian proses pemanfaatan teknologi ini menjadi proses pembelajaran, meningkatkan penyerapan teknologi dalam dunia pendidikan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI