Suara.com - Salah satu jenis infeksi vagina saat hamil yang sering terjadi adalah keputihan, yang dipicunya oleh kadar hormon estrogen yang meningkat pada saat hamil. Keputihan umumnya tidak berbahaya, tetapi membuat Anda merasa tidak nyaman.
Selain keputihan, ada jenis infeksi vagina lainnya yang bisa dialami ibu hamil. Penyebabnya bisa jamur ataupun bakteri. Tingginya hormon estrogen membuat vagina memproduksi lebih banyak glikogen, sehingga membuat jamur lebih mudah berkembang.
Sedangkan pada infeksi vagina akibat bakteri atau bacterial vaginosis (BV), penyebabnya adalah ketidakseimbangan antara bakteri baik (lactobacili) dan bakteri jahat (anaerobes) yang diproduksi vagina secara alami.
Dikutip dari Parents, Myra Wick, M.D., seorang Ob-Gyn di Mayo Clinic di Rochester, menyebut bahwa beberapa infeksi vagina yang tidak ditangani dengan baik saat hamil, seringkali dikaitkan dengan beberapa komplikasi kehamilan.
Apa saja dampak infeksi vagina saat hamil, terutama pada janin? Ini dia dampak yang mungkin terjadi, menurut National Institutes of Health (NIH), seperti dilansir dari Medical News Today.
1. Persalinan prematur
Infeksi vagina yang disebabkan oleh bakteri dapat menyebabkan persalinan prematur. Hasil penelitian Society of Maternal Fetal Medicine di Las Vegas memaparkan adanya sejumlah bakteri yang bisa meningkatkan risiko persalinan prematur, contohnya bakteri anaerobik.
Dr. Michael Elovitz, peneliti dari University of Pennsylvania, Philadelphia, menyebut bahwa persalinan prematur masih merupakan penyebab utama kematian bayi di Amerika Serikat, serta penyebab utama kematian anak-anak berusia di bawah 5 tahun di seluruh dunia. Meski bayi prematur dapat lahir dengan selamat, sejumlah masalah kesehatan serius kerap mengikutinya seumur hidup.
2. Bayi mengalami kebutaan
Infeksi vagina akibat penyakit menular, seperti klamidia, dapat menyebabkan infeksi mata dan pneumonia pada janin. Tak hanya itu, janin juga lebih berisiko lahir secara prematur, karena klamidia meningkatkan risiko ibu hamil mengalami ketuban pecah dini.
Baca Juga: Studi Terbaru Ungkap Virus Corona Covid-19 Bisa Ciderai Plasenta Ibu Hamil
Bayi yang lahir dari ibu penderita klamidia cenderung memiliki berat badan yang rendah, serta berisiko terkena pneumonia dan trakhoma, yaitu infeksi pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan.
3. Mencemari cairan kebutaan
Penyakit infeksi gonore atau kerap dikenal dengan kencing nanah, dapat mencemari cairan ketuban, menyebabkan persalinan prematur, dan menyebabkan infeksi mata
4. Bayi cacat lahir
Infeksi vagina akibat bakteri jenis Streptokokus grup B, dapat menyebabkan komplikasi parah pada bayi baru lahir, dan dalam kasus yang jarang terjadi dapat mengakibatkan toksoplasmosis, yang dapat menyebabkan kelainan bawaan dan cacat intelektual.
5. Keguguran
Waspada jika Anda mengalami gejala berupa keluar cairan berbau amis berwarna putih atau keabu-abuan dari vagina, serta merasa gatal dan perih di sekitar vagina. Bisa jadi Anda mengalami infeksi vagina akibat bakteri jahat, atau biasa disebut vaginosis bakterialis.
Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, seperti radang panggul usai melahirkan, bayi lahir prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, hingga keguguran.
Nah, itulah beberapa risiko yang mungkin dialami oleh janin jika Ana mengalami infeksi vagina saat hamil. Jadi, pastikan untuk selalu kontrol kehamilan untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan, ya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi