Suara.com - Duke dan Duchess of Cambridge dikenal memiliki gaya khas dalam berbicara dengan anak-anak mereka, Pangeran George yang berusia 6 tahun, Putri Charlotte yang berusia 5 tahun, dan Pangeran Louis (yang baru berusia 2 tahun! ).
Mereka konon mempunyai cara unik untuk mendisiplinkan buah hatinya. Dilansir dari Good Houskeeping, Pangeran William dan Kate Middleton tidak mengukum anaknya ketika anaknya berbuat nakal.
Mereka justru meminta anak-anaknya untuk di sebuah kursi sofa, dan mengajak anak-anak tersebut ngobrol. Kebiasaan itu dikenal dengan Chat Sofa.
Lalu apa artinya? Ini adalah metode duo bangsawan sendiri untuk mengajak bicara dengan jelas, mengapa anak tersebut telah melakukan kesalahan dan mengapa mereka mengajaknya berbicara.
"Tidak ada 'langkah nakal' tetapi ada 'sofa obrolan," kata seorang sumber.
"Anak nakal itu diambil dari tempat barisan atau gangguan dan diajak bicara dengan tenang oleh Kate atau William. Hal-hal dijelaskan, dan konsekuensinya diuraikan, dan mereka tidak pernah meneriaki mereka."
Metode disiplin mereka yang diperhitungkan memperkuat beberapa teknik pengasuhan pasangan yang paling terkenal. Tampaknya ini adalah cara yang tenang untuk mengatasi situasi, dan memungkinkan Kate dan William untuk mendengarkan anak-anak mereka dan menyapa mereka secara langsung.
Seperti diketahui dilakukan di depan umum. "Sofa Chat" tampaknya digunakan oleh semua pengasuh anak-anak, termasuk Maria Borrallo, seorang pengasuh yang telah melayani keluarga kerajaan selama bertahun-tahun, menurut surat kabar itu.
Baca Juga: Aturan Ketat Pangeran William dan Kate Middleton Untuk Ketiga Anaknya
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya