Suara.com - Seorang lelaki asal Maryland, Amerika Serikat, percaya dirinya mungkin termasuk dalam salah satu orang pertama yang berhasil divaksinasi terhadap virus corona.
Pria bernama David Rach ini mengaku telah berpartisipasi dalam percobaan yang melaporkan hasil awal menjanjikan dalam memproduksi antibodi.
Berdasarkan laporan Fox News, mahasiswa pascasarjana imunologi ini adalah orang pertama yang disuntik dalam percobaan di Universitas Maryland pada Mei lalu.
Percobaan itu dilakukan oleh perusahaan farmasi Amerika Serikat Pfizer dan perusahaan Jerman BioNTech, bekerja sama dalam perlombaan global untuk membuat vaksin Covid-19.
Sekarang, indikasi awal menunjukkan vaksin bekerja dengan merangsang pertumbuhan antibodi pada tingkat yang sama atau lebih tinggi bagi mereka yang terinfeksi Covid-19.
"Ada kelegaan melihat bahwa itu (vaksin) benar-benar menghasilkan, bahwa vaksin memproduksi antibodi," kata Rach.
Rach tidak yakin dia diberikan vaksin sebenarnya atau larutan salin plasebo. Tetapi setelah adanya sedikit reaksi dari dosis keduanya, Rach yakin dia adalah satu dari sedikit orang di dunia yang divaksinasi terhadap Covid-19.
Dia akan diuji pada Oktober untuk menentukan apakah dirinya memang memiliki kekebalan terhadap virus.
Jika percobaan terbukti berhasil, Pfizer mengatakan akan menghasilkan 100 juta dosis sebelum akhir tahun dan lebih dari satu miliar dosis tahun depan.
Baca Juga: Versi Injeksi Efektif Obati Covid-19, Gilead Kembangkan Remdesivir Inhaler
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat saat ini sudah ada 8 vaksin sedang dalam uji klinis fase tiga atau dua, sementara 120 lainnya sedang dalam evaluasi pra-klinis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?