Suara.com - Berdasarkan data statistik, jumlah pasien virus corona Covid-19 yang menggunakan ventilator sudah menurun di bawa 100 untuk pertama kalinya sejak masa lockdown di Inggris.
Menurut NHS, lebih dari 3.300 orang dengan virus corona Covid-19 di Inggris menggunakan alat bantu pernapasan berupa ventilator pada puncak pandemi di bulan April 2020.
Kini dilansir dari The Sun, jumlah pasien virus corona Covid-19 dengan ventilator pun menurun mengikuti kasus-kasus baru yang juga menurun. Karena, negara itu didesak untuk tetap di rumah dan melindungi diri.
Dalam beberapa minggu terakhir, pemerintah Inggris secara bertahap melonggarkan pembatasan sosial sembari menerapkan kebijakan sosial dan protokol kesehatan.
Data statistik pemerintah terbaru menunjukkan bahwa ada 97 pasien virus corona Covid-19 yang membutuhkan ventilator di Inggris. Sementara itu, sempat ada 2.000 orang di rumah sakit akibat virus corona Covid-19 saat puncak pandemi.
Jumlah pasien virus corona Covid-19 itu juga mengalami penurunan menjadi 1.286 orang yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Pada April 2020, pemerintah pun memesan 15 ribu ventilator baru setelah model produksi massal pertama disetujui oleh regulator. Perdana menteri Inggris, Boris Johnson pun sudah meminta industri untuk cepat mendesain dan memproduksi ventilator baru.
Sekretaris kesehatan Matt Hancock juga mengatakan para menteri ingin meningkatkan stok ventilator dari sekitar 10.000 menjadi 18.000. Pasalnya, mereka khawatir bila Inggris tidak siap dengan ventilator ketika terjadi lonjakan kasus kritis kembali.
Kini, virus corona Covid-19 telah merenggut lebih dari 45 ribu nyawa di Inggris dan lebih dari 300 ribu orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Meskipun jumlah kasus virus corona sekarang ini relatif rendah. Tapi, kenaikan masih terus tercatat setiap harinya. Rata-rata 7 hari bertambah 700 atau sekitar 28 persen pada tiga minggu belakangan.
Baca Juga: Sembuh dari Virus Corona Covid-19, Wanita Ini Alami Sensasi Aneh di Lengan
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi