Suara.com - Virus corona Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 15 juta orang di dunia. Virus ini menginfeksi orang dengan gejala dan efek samping yang berbeda-beda.
Beberapa laporan menyatakan orang yang telah terinfeksi virus corona Covid-19 mengalami ketidaknyamanan dengan gejala persisten dan aneh yang kembali berbulan-bulan setelahnya.
Sehubungan temuan itu, para peneliti masih berusaha untuk lebih memahami tentang efek jangka panjang virus corona Covid-19. Mereka juga berusaha mengembangkan perawatan yang tepat untuk penderita.
Elizabeth Moore, wanita dari Indiana Barat Laut salah satu pasien virus corona Covid-19. Beberapa bulan setelah terinfeksi virus corona Covid-19, Elizabeth mulai mengalami gejala yang sulit dijelaskan dan menakutkan.
Elizabeth mengaku sering merasakan sensasi aneh pada tubuh setelah sembuh dari virus corona Covid-19, salah satunya kesemutan di lengan.
"Saya bisa merasakannya di tubuh saya, seperti sensasi berdengung, kesemutan di kedua lengan tangan saya, tapi terutama terjadi di lengan sebelah kiri," jelas Elizabeth dikutip dari Express.
Wanita 43 tahun itu mengaku tidak pernah memiliki masalah medis sampai sekarang. Ia juga mencoba tidur, tapi sensasi kesemutan di lengan seolah akan mengejutkannya dan membuatnya terengah-engah ketika hendak tidur.
Elizabeth mengaku rasanya seolah-olah seseorang menuangkan air dingin ke punggungnya. Jantungnya berdegup kencang dan tekanan darahnya akan melonjak ke tingkat yang berbahaya.
"Saya benar-benar mengira sedang mengalami serangan jantung atau stroke, rasanya begitu menakutkan," tuturnya.
Baca Juga: Ilmuwan Identifikasi Risiko Terbesar Kesehatan Manusia Bukanlah Virus
Selain sensasi aneh di lengan, Elizabeth juga mengalami gejala berupa kelelahan ekstrem, kabut otak dan masalah pencernaan yang intens.
Sebelumnya, seorang perawat yang bekerja di bagian gawat darurat di Rumah Sakit Royal Melbourne juga mengaku merasakan sakit yang aneh di kaki bagian bawahnya satu setengah minggu yang lalu.
Meskipun ia telah bekerja keras selama berjam-jam, perawat usia 32 tahun itu mengaku rasa sakitnya berbeda dengan kelelahan yang dialaminya setelah bekerja berjam-jam.
Adapun gejala umum virus corona Covid-19 antara lain demam tinggi, batuk terus menerus dan kehilangan indra penciuman serta rasa.
Menurut NHS, orang dengan virus corona Covid-19 setidaknya akan mengalami satu kondisi di antara gejala umum tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI