Suara.com - Seorang pasien virus corona Covid-19 terlama di Inggris akhirnya dipulangkan setelah 127 hari menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Geoff Woolf, 73, menghabiskan waktu lebih dari 4 bulan menjalani perawatan di rumah sakit karena terinfeksi virus corona Covid-19. Selama 67 hari, Geoff membutuhkan alat bantu pernapasan, ventilator.
Son Nick (33) pun membagikan sebuah video yang memperlihatkan tim medis membawa Geoff Woolf keluar dan meninggalkan rumah sakit Whittigton, London.
"Kami sangat kewalahan, tapi kini bahagia ketika ayah diperbolehkan pulang. Ada beberapa waktu terasa bagaikan hari gelap ketika kami berpikir ayah tidak akan berhasil melawan virus," jelas Son Nick dikutip dari The Sun.
Karena itu, keluarga Geoff sangat berterima kasih dengan petugas medis yang telah bersabar dan membantu penyembuhannya.
Tapi, Geoff masih perlu menjalani perawatan panjang untuk masa pemulihannya. Ia dibawa di Rumah Sakit Royal untuk Neuro-disability di Putney, London guna menjalani terapi fisik.
Sebab, virus corona Covid-19 telah menyebabkan sejumlah efek samping mengerikan, termasuk stroke. Sehingga pemulihan pasien virus corona membutuhkan banyak kerja keras seperti yang dilakukan oleh Geoff Woolf.
Awal mula Geoff didiagnosis positif virus corona Covid-19, dokter sempat mengira ia menderita meningitis. Saat itu anak-anaknya berusaha menghubungi unit gawat darurat pada 23 Maret 2020.
"Dokter mengira ayah menderita meningitis berdasarkan gejalanya. karena tidak demam dan tidak kehilangan selera makan. Tapi, ternyata ayah terinfeksi virus corona Covid-19 dan kami sangat terkejut," jelas Son Nick.
Baca Juga: Satu Lagi Dokter di Medan Meninggal Positif Virus Corona
Son Nick mengakui ayahnya yang berusia 73 tahun sudah lansia. Tapi, ayahnya terlihat lebih bugar dari orang sebaya dan anak-anaknya.
Ayahnya sering olahraga di tempat gym sebanyak 4 kali seminggu dan tidak pernah berdiam diri. Sehingga keluarga tak menyangka Geoff terinfeksi virus corona Covid-19.
Hal itu juga menyadarkan keluarganya bahwa siapa pun bisa terinfeksi virus corona Covid-19, meskipun terlihat sehat dan bugar seperti Geoff Woolf.
Karena itu, keluarga sangat bahagia tak terhingga ketika Geoff Woolf menunjukkan tanda-tanda membaik dan tak perlu lagi bantuan ventilator. Bagi keluarga, momen kala itu sangat luar biasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?