Suara.com - Amerika Selatan masih mengalami peningkatan angka kasus dan kematian karena virus Corona Covid-19.
Dilansir ANTARA, korban meninggal akibat COVID-19 di Amerika Latin melampaui 200.000 pada Sabtu (1/8/2020).
Jumlah tersebut menggarisbawahi status kawasan itu sebagai salah satu pusat pandemi global yang menguji pemerintah hingga batasnya.
Terlepas dari Amerika Serikat, Brasil, dan Meksiko melaporkan lebih banyak kematian akibat virus corona dibandingkan negara lain.
Angka kematian akibat virus corona dari kedua negara itu menyumbang sekitar 70 persen dari jumlah kematian regional.
Kedua negara tersebut telah berjuang untuk mengekang penyebaran virus dengan langkah-langkah keamanan yang ketat ketika mencoba untuk membuka kembali ekonomi mereka, yang telah terpukul oleh krisis.
Brasil melaporkan rekor harian 1.595 kematian akibat virus corona pada awal minggu dan mendaftarkan 1.088 lainnya pada hari Sabtu. Meksiko mencatat 784 kematian pada hari Sabtu dan untuk pertama kalinya mencatat lebih dari 9.000 infeksi baru dari virus tersebut.
Negara-negara lain di Amerika Latin juga berjuang untuk mengatasi Covid-19.
Korban meninggal akibat virus corona di kawasan tersebut melampaui 200.000 setelah Peru mencatat 191 kematian lainnya.
Baca Juga: Bernyanyi dan Batuk Sama Berisikonya dalam Penularan Covid-19
Berita Terkait
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI