Suara.com - Laboratorium nasional Israel akan mulai menguji vaksin virus corona pada subjek manusia pada pertengahan Oktober. Demikian ungkap Menteri Pertahanan Benny Gantz dilansir dari Times of Israel.
Gantz membuat pernyataan itu setelah kunjungan ke Institut Penelitian Biologi Kementerian Pertahanan di Ness Ziona. Di sana ia dia diberitahu tentang kabar terkini dalam pengembangan vaksin dan antibodi untuk virus corona.
Menurut menteri pertahanan, tes awal vaksin cukup menjanjikan. Kondisi ini memungkinkan uji coba pada manusia.
“Kita harus memulai tes pada orang-orang setelah liburan Tishrei,” kata Gantz, mengacu pada bulan Ibrani di mana Libur Tinggi Yahudi berlangsung, yang terakhir berakhir pada 10 Oktober.
“Ini akan dilakukan dalam koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. dan sesuai dengan protokol yang dibutuhkan dalam hal keamanan medis. "
Direktur Institute for Biological Research, Prof Shmuel Shapira, mengatakan dia yakin vaksin itu akan berhasil.
“Kami memiliki vaksin yang hebat. Ada proses pengaturan yang harus dilalui vaksin untuk memenuhi jadwal yang Anda tetapkan. Kami memulai setelah liburan Tishrei dengan uji keamanan dan efisiensi, tetapi kami memiliki produk di tangan kami, ”kata Shapira.
Gantz memuji upaya institut tersebut, yang juga terlibat dalam pengembangan senjata kimia dan biologi serta penangkal dan pertahanan terhadapnya.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih, pertama dan terutama, kepada personel Kementerian Pertahanan dan personel dari institut yang melakukan pekerjaan luar biasa," katanya.
Baca Juga: Update Pasien Corona di Aceh, Naik dari 21 Menjadi 259 Kasus
"Sama seperti di IDF ada unit elit yang menerobos dan membersihkan jalan - Anda adalah unit pengintai Negara Israel di Kementerian Pertahanan di bidang vaksin. Saya siap melayani Anda dan saya meminta Anda melibatkan saya dalam masalah apa pun yang dapat saya bantu, ”kata Gantz.
Bulan lalu, berita Channel 12 melaporkan bahwa institut tersebut telah membuat kemajuan signifikan dalam vaksin, mencapai kemanjuran hampir 100 persen pada hewan.
Vaksin yang sedang dikembangkan ini setara dengan efektivitas vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi AS Moderna, menurut laporan TV tersebut.
Pada bulan Juni, Israel menandatangani kesepakatan dengan Moderna untuk potensi pembelian vaksin virus korona jika terbukti efektif.
Tidak seperti vaksin yang dikembangkan di luar negeri, vaksin dalam negeri pertama-tama akan dikirim ke warga Israel, tambahnya. Jika berhasil, diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit dengan dosis tunggal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
Terkini
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini