Suara.com - Ekstensi bulu mata memang terlihat cantik, tetapi metode kecantikan yang satu ini ternyata memiliki efek samping tersendiri untuk kelopak dan mata Anda.
Melansir dari Healthline, perekat yang digunakan untuk menempelkan ekstensi pada bulu mata biasanya berbahan dasar kimia yang dapat menyebabkan iritasi. Anda memiliki reaksi terhadap bahan kimia yang digunakan selama proses pemasangan, Anda mungkin mengalami efek samping dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Ekstensi bulu mata dapat menyebabkan bulu mata patah atau menipis. Efek ini sebagian besar dapat dihindari jika Anda tidak menarik bulu mata atau mengucek mata. Semakin lembut dalam merawat ekstensi bulu mata, maka efek sampingnya akan semakin kecil.
Beberapa efek samping lain yang mungkin bisa terjadi adalah mata merah, rasa gatal, ruam, radang mata atau kelopak mata bengkak yang bisa menjadi parah. Bahan-bahan untuk ekstensi bulu mata juga dapat mengiritasi kulit atau menyebabkan reaksi alergi.
Jika Anda baru pertama kali melakukan ekstensi bulu mata atau memiliki kulit sensitif maka minta teknisi untuk uji alergi untuk memastikan bahan-bahan ekstensi aman untuk kulit.
"Sangat penting untuk memilih pemasang yang berpengalaman dan berlisensi untuk memeriksa kondisi kebersihan tempat penyedia jasa ekstensi bulu mata," catat Healthline.
Anda juga disarankan untuk tetap menutup mata selama prosedur pemasangan demi menghindari masuknya perekat atau uap perekat ke mata Anda. Hal ini dilakukan untuk menghindari efek samping lain mulai dari mata berair hingga luka bakar yang serius.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan