Suara.com - Ada banyak ramuan alami rumahan yang bisa mengatasi batuk dan pilek. Sebuah penelitian pun menemukan madu adalah ramuan yang baik untuk batuk dan pilek daripada obat lain.
Selain itu, ramuan alami juga terbukti lebih efektif daripada antibiotik untuk mempercepat pemulihan dari infeksi dada.
Para ahli mendesak dokter untuk meresepkan madu daripada obat alternatif. Obat ini juga tidak memiliki efek samping berbahaya dan lebih murah daripada obat lainnya.
"Ketika dokter mendiagnosis infeksi saluran pernapasan atas, kami akan merekomendasikan madu sebagai alternatif antibiotik. Ramuan ini lebih efektif dan tidak terlalu berbahaya dibandingkan obat perawatan biasa," kata Hibatullah Abuelgasim dari Universitas Oxford dikutip dari The Sun.
Sejumlah 14 percobaan yang melibatkan lebih dari 1.760 orang telah menganalisis perihal sakit tenggorokan, batuk dan hidung tersumbat.
Dua penelitian menunjukkan gejala yang berlangsung hingga dua hari lebih sedikit bisa diobati dengan madu. Cara ini juga mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan batuk.
Para ahli Oxford pun mencocokkan madu dengan bahan-bahan dalam obat flu biasa. Campuran itu juga lebih baik dalam uji coba melawan parasetamol.
"Perawatan diri dan obat bebas sering kali merupakan cara terbaik untuk mengelola gejala," kata The Proprietary Association of Great Britain, badan perdagangan untuk obat-obatan yang dijual bebas.
Terlebih, madu sudah lama digunakan sebagai obat-obatan alami melawan sejumlah penyakit hingga perawatan kecantikan.
Baca Juga: Studi di AS Coba Buktikan Mi Instan Tidak Mengandung Lilin Penyebab Kanker
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!