Suara.com - Sebuah penelitian baru menemukan foto selfie bisa membantu dokter mendeteksi penyakit jantung seseorang di tengah pandemi virus corona Covid-19 sekarang ini.
Para ilmuwan di China mengatakan bahwa ada kemungkinan algoritma komputer bisa mendeteksi penyakit arteri koroner dengan menganalisis empat jepretan wajah.
Fitur wajah tertentu telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, seperti rambut menipis atau berubah, keriput dan lipatan daun telinga.
Para peneliti pun sudah menguji hampir 7 ribu orang antara 2017 hingga 2019. Hasilnya menunjukkan bahwa algoritme tersebut melebihi metode yang ada untuk memprediksi risiko penyakit jantung.
"Sepengetahuan kami, ini adalah pekerjaan pertama yang menunjukkan bahwa kecerdasan pertama buatan bisa digunakan untuk menganalisis wajah guna mendeteksi penyakit jantung," ujar Profesor Zhe Zheng yang memimpin penelitian tersebut, dikutip dari The Sun.
Zhe Zheng juga mengatakan cara ini adalah langkah menuju pengembangan alat berbasis pembelajaran mendalam yang bisa digunakan untuk memprediksi risiko penyakit jantung, terutama pasien rawat jalan cukup mengirim foto selfie.
"Ini bisa menjadi cara yang murah, sederhana dan efektif untuk mengidentifikasi pasien yang membutuhkan penyelidikan lebih lanjut," jelasnya.
Namun, Zhe Zheng mengatakan algoritme memerlukan penyempurnaan lebih lanjut dan validasi eksternal di populasi dan etnis lain.
Baca Juga: Bisa Bertahan 21 Hari, Virus Corona Makin Banyak Ditemukan di Daging Beku
Berita Terkait
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
Oppo Find X10 Bocor Bawa Kamera Selfie 100MP Pertama dengan Sensor Persegi di Android
-
Boyfriend Material Vibes, 5 Ide Pose Mirror Selfie Ala Dokyeom SEVENTEEN!
-
Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026
-
Gaya yang Punya Makna, Fashion Jadi Cara Baru Berbagi untuk Anak Pejuang Jantung
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?