Suara.com - Sakit radang tenggorokan, yang dalam bahasa medis adalah faringitis, bisa menjadi kondisi yang sangat menganggu. Terlebih jika dibarengi dengan rasa gatal di tenggorokan dan kesulitan menelan.
Kondisi yang juga umum disebut dengan sakit tenggorokan ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.
Berdasarkan Healthline, agen virus dan bakteri yang dapat menyebabkan radang tenggorokan adalah:
- Campak
- Adenovirus, salah satu penyebab flu biasa
- Cacar air
- Sakit croup, yang umum dialami anak-anak
- Batuk rejan
- Bakteri grup A. streptokokus
Virus adalah penyebab paling umum dari sakit tenggorokan. Faringitis paling sering disebabkan oleh infeksi virus seperti flu biasa, influenza, atau mononukleosis.
Infeksi virus tidak merespons antibiotik, dan pengobatan diperlukan untuk membantu meredakan gejala.
Faringitis yang disebabkan oleh bakteri jarang terjadi, namun infeksi ini membutuhkan antibiotik.
Bakteri yang biasa menyebabkan radang tenggorokan adalah grup A streptokokus. Penyebab langka kondisi ini terkait bakteri seperti gonore, klamidia, dan corynebacterium.
Sering terpapar pilek dan flu dapat meningkatkan risiko faringitis. Terutama berlaku untuk pekerja kesehatan, orang yang memiliki alergi, dan infeksi sinus. Paparan asap rokok juga bisa meningkatkan risiko.
Baca Juga: Tersedia di Rumah, ini 5 Bahan Alami untuk Obat Sakit Tenggorokan
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan