Suara.com - Orang tua selalu melarang anak-anaknya untuk makan es krim saat sakit radang tenggorokan. Padahal, hal ini boleh saja dilakukan.
Kondisi sakit tenggorokan yang juga disebut sebagai faringitis ini umumnya disebabkan oleh virus, dan tidak memerlukan pengobatan antibiotik.
Meski makan es krim diperbolehkan untuk meredakan dan 'membius' sakitnya, ada beberapa jenis es krim yang justru dapat menyebabkan iritasi.
Dilansir Livestrong, es yang diperbolehkan adalah es loli dan es krim yang lembut. Meminum air dingin juga dapat membantu mematikan rasa di area yang sakit atau meredakan sakit tenggorokan.
Sedangkan jenis es krim yang sebaiknya dihindari, misalnya es krim dengan kacang, potongan kue, atau topping permen lainnya yang mungkin sulit ditelan atau menyebabkan iritasi di tenggorokan.
Es krim yang sangat manis, contohnya dengan tambahan saus karamel atau fudge, mungkin lebih mengiritasi tenggorokan yang meradang.
Berdasarkan Hello Sehat, es krim dapat menjadi pilihan untuk meredakan sakit karena dapat membuat tenggorokan mati rasa dan meringankan nyeri untuk sementara.
Pada sebuah artikel yang terbit pada 2013 silam oleh Profesor Ron Eccles, menjelaskan bahwa es loli dapat menurunkan temperatur pada ujung saraf dalam tenggorokan, sehingga mengurangi rasa nyeri.
Terlepas dari rekomendasi umum ini, sebenarnya belum ada penelitian berkualitas yang tersedia untuk membuktikan manfaatnya.
Baca Juga: Buruh AICE Besok Aksi ke PARFI, Minta Artis Tak Lagi Promosikan Es Krim
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?