Suara.com - Turunnya kasus Covid-19 di Hong Kong membuat pemerintah setempat berencana membuka kembali sejumlah ruang publik seperti panti pijat dan pusat kebugaran.
Dilansir ANTARA, otoritas Hong Kong mulai Jumat (4/9/2020) akan membuka kembali pusat kebugaran (gym) dan panti pijat, memperpanjang jam makan malam, serta melonggarkan pembatasan sosial karena kasus harian infeksi virus corona di kota itu turun menjadi satu digit.
Restoran akan diizinkan untuk tetap buka satu jam lebih lama setelah pukul 09.00 malam.
Sementara itu pusat kebugaran dan tempat-tempat hiburan seperti klub dapat dibuka kembali, kata sekretaris bidang kesehatan kota Hong Kong Sophia Chan.
Namun, Chan menyebutkan bahwa larangan pertemuan lebih dari dua orang tetap diberlakukan. Dia mengatakan bahwa sementara pihak berwenang di Hong Kong melonggarkan beberapa aturan jarak sosial, penduduk perlu tetap waspada.
"Kita belum berada pada situasi yang stabil. Setiap orang harus mempertahankan jarak sosial tertentu," kata Chan dalam jumpa pers.
Pengumuman pelonggaran aturan pembatasan sosial itu muncul ketika pemerintah China menawarkan pengujian massal COVID-19 untuk penduduk Hong Kong mulai pekan ini.
Sekolah-sekolah di Hong Kong akan memulai kembali pengajaran secara tatap muka pada 23 September.
Itu merupakan bagian dari pelonggaran langkah-langkah pembatasan sosial yang telah membuat 900.000 siswa belajar dari rumah selama lebih dari empat bulan.
Baca Juga: Salah Server, Wanita Ini Cari Panti Pijat Malah Nyasar ke Grup Panti Asuhan
Berita Terkait
-
Jelang Ramadan 1447 H, Kelab Malam hingga Panti Pijat di Jakarta Wajib Tutup Sementara
-
3 Fakta Jhonattan Limbu, Pemain Keturunan Berdarah Gurkha-Jawa, Masa Depan Timnas Indonesia
-
Siapa Jhonattan Limbu? Pemain Keturunan Nepal-Kediri Bisa Bela Timnas Indonesia
-
The Invincible Dragon: Duel Kung Fu vs MMA, Malam Ini di Trans TV
-
Huawei Nova 14i Diluncurkan di Hong Kong, Andalkan Chipset Snapdragon 680 dan Penyimpanan 256 GB
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga