Suara.com - Meski sudah banyak produk skincare atau perawatan kulit yang tersedia di toko, ada beberapa orang yang memilih membuatnya sendiri di rumah daripada membelinya.
Selain menghemat, produk perawatan yang dibikin sendiri juga aman jika dilakukan dan bahan-bahan yang digunakan adalah benar atau sesuai.
"Ketika orang menggunakan bahan atau produk tanpa sepenuhnya memahami cara kerjanya, produk mereka berisiko mengiritasi atau merusak kulit," kata Annie Gonzalez, dokter kulit bersertifikat di Riverchase Dermatology di Miami, Florida.
Dilansir Insider, berikut bahan yang tidak direkomendasikan olehnya untuk dijadikan skincare buatan sendiri:
Alkohol isopropil sebagai toner
Beberapa orang menggembar-gemborkan penggunaan bahan kimia ini sebagai langkah murah dan mudah didapat untuk double cleansing pada kulit berminyak.
Namun, bahan ini dapat membuat kulit mengelupas, menyebabkan produksi minyak berlebih, dan menyebabkan jerawat.
"Terus menerus terpapar alkohol isopropil pada wajah akan menghilangkan pelindung alami kulit, minyak yang diperlukan, dan mengiritasi kulit," jelas Gonzalez.
Asam sitrat sebagai pengganti toner
Baca Juga: Pakar Ungkap 5 Skincare Abal-abal Terlaris Padahal Mengandung Zat Berbahaya
Selain alkohol isopropil, asam sitrat juga populer dijadikan toner. Namun, penggunaannya secara langsung dari sumbernya bisa berbahaya.
Menurut Gonzalez, cairan ini dapat menyebabkan kulit mengikis dan luka bakar kimiawi saat terpapar matahari.
"Karena keasamannya yang tinggi, asam sitrat mengganggu tingkat pH alami kulit Anda, mengakibatkan iritasi dan hiperpigmentasi," sambungnya.
Tapi produk perawatan kulit mengandung bahan tersebut bisa aman. Misalnya, pengelupas kimiawi yang membantu mengangkat sel kulit mati dari permukaan kulit dan tekstur kulit yang elbih merata, kemungkinan mengandung asam sitrat.
Orang dengan kulit sensitif harus berhati-hati menggunakan bahan kimia ini karena dapat menyebabkan iritasi.
Pasta gigi sebagai obat jerawat
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?