Suara.com - Minum cukup air dianggap penting bagi kesehatan tubuh dan kulit. Tetapi, banyak orang dewasa yang mengaku tidak sempat minum lebih banyak air.
Sebuah penelitian terhadap 2 ribu orang Inggris mengungkapkan bahwa mereka minum rata-rata lima gelas air sehari. Tapi, 28 persen mengatakan mereka tidak selalu ingat untuk tetap terhidrasi.
Selain itu, rasa air minum yang hambar atau terasa aneh juga bisa menjadi alasan banyak orang jarang minum air putih.
Tapi, hasil survei menemukan 15 persen orang berusaha melacak jumlah air minum yang dikonsumsinya melalui aplikasi. Satu dari 10 orang memilih menempelkan pena dan kertas kuno yang bagus untuk mencatat jumlah air minum yang dikonsumsi.
"Minum air dan memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik telah menjadi fokus saya. Baik saya ketika bekerja, berolahraga atau mempersiapkan diri menjadi ibu. Saya selalu memastikan ada sebotol air di dekatku," jelas Ashley James dikutip dari The Sun.
Menurut Ashley, banyaknya jumlah minum seseorang adalah hal kecil. Tapi, ia merasa hal ini juga memberikan perbedaan besar pada tubuhnya.
Sebuah studi menemukan bahwa jutaan orang Inggris tidak minum lebih banyak air tapi mereka melaporkan sejumlah manfaat pada hari-hari mereka minum lebih banyak.
Lebih dari seperempat responden merasa kulitnya jauh lebih cerah di hari mereka mengonsumsi lebih banyak air.
Sekitar 23 persen merasa tidak terlalu lapar dan 4 dari 10 orang merasa lebih segar di hari-hari mereka mengonsumsi lebih banyak air.
Baca Juga: Setelah Dwayne Johnson 'The Rock', Robert Pattinson Positif Virus Corona
Riset yang dilakukan oleh OnePoll juga meneliti kebiasaan hidrasi orang Inggris selama masa penguncian diri akibat virus corona Covid-19.
Hasilnya, orang yang bekerja dari rumah, sebanyak 36 persen mengaku lebih banyak minum air. Lalu, lebih dari sepertiga mengatakan ini adalah kebiasaan yang ingin mereka tersukan di masa depan.
"Masa isolasi mandiri membantu saya pentingnya menjaga kesehatan dan meningkatkan suasana hati," jelasnya.
Gemma Morgan, dari evian UK mengatakan minum air tidak hanya membantu kita tetap terhidrasi, tetapi juga bisa membantu orang Inggris merasa lebih segar.
"Kami berharap #stayhydrated mendorong semua orang untuk memikirkan tentang asupan air minumnya. Cara sederhana untuk menghidupi diri sendiri, tetapi juga bisa membuat perbedaan," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?