Suara.com - Kabar bahwa virus corona bisa bertahan di permukaan sudah bukan hal yang baru. Tapi baru-baru ini sempat ramai bahwa virus corona atau Covid-19 bisa bertahan di makanan beku.
Ada satu berita baru yang benar-benar menakutkan. Ternyata SARS-CoV-2 dapat bertahan hidup dengan salmon dingin selama seminggu — dan mungkin juga infeksi.
Temuan ini datang dari para peneliti dari China, saat meneliti ikan impor sebagai potensi sumber infeksi.
Dilansir dari Health Shots, para peneliti di Universitas Pertanian China Selatan dan Akademi Ilmu Pertanian Guangdong di Guangzhou menemukan bahwa virus Covid-19 yang dikumpulkan dari sampel salmon dapat bertahan selama delapan hari pada suhu 4 derajat Celcius (39 derajat Fahrenheit). Itu kira-kira suhu saat ikan diangkut.
Otoritas China telah menyelidiki daging impor, kemasan, dan wadah sebagai sumber potensial Covid-19 sejak Juni setelah berulang kali menemukan jejak patogen pada kemasan dan makanan. Enam dari lebih dari 500.000 sampel yang diuji positif terkena virus corona, menurut badan bea cukai China.
Para peneliti mengatakan, ikan harus disimpan pada suhu 0-4 derajat Celcius selama pengiriman. Ikan yang terkontaminasi SARS-CoV-2 dari satu negara dapat dengan mudah diangkut ke negara lain dalam waktu satu minggu, sehingga menjadi salah satu sumber penularan internasional.
Para peneliti belum menjawab beberapa pertanyaan terkait tentang situasi tersebut. Pertanyaan seperti: dapatkah memasak ikan benar-benar membunuh virus? Apakah hanya salmon yang dapat menjadi inang virus selama ini atau jenis ikan lainnya juga berisiko.
Sampai saat ini belum ada kejelasan atas pertanyaan tersebut, faktor keamanan dalam mengkonsumsi makanan beku masih belum diketahui.
Baca Juga: BREAKING NEWS!!! Komisioner KPU Evi Novida Ginting Positif Corona
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi