Lifestyle / Komunitas
Rabu, 29 Juli 2026 | 20:33 WIB
Ilustrasi pendidikan dengan jejaring internasional. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Di era globalisasi, kualitas pendidikan tidak lagi hanya diukur dari apa yang terjadi di dalam ruang kelas.
  • Standar mutu, tata kelola, hingga pengembangan sumber daya manusia kini semakin dipengaruhi oleh kolaborasi lintas negara dan pertukaran praktik terbaik di tingkat internasional.
  • Organisasi pendidikan, perguruan tinggi, hingga lembaga penjaminan mutu semakin banyak membangun jejaring global untuk mengikuti perkembangan kebijakan pendidikan, memperkuat kualitas akademik, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Suara.com - Di era globalisasi, kualitas pendidikan tidak lagi hanya diukur dari apa yang terjadi di dalam ruang kelas.

Standar mutu, tata kelola, hingga pengembangan sumber daya manusia kini semakin dipengaruhi oleh kolaborasi lintas negara dan pertukaran praktik terbaik di tingkat internasional.

Organisasi pendidikan, perguruan tinggi, hingga lembaga penjaminan mutu semakin banyak membangun jejaring global untuk mengikuti perkembangan kebijakan pendidikan, memperkuat kualitas akademik, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Salah satu organisasi yang terlibat dalam jejaring tersebut adalah Universal Institute of Professional Management (UIPM) melalui keikutsertaannya di sejumlah organisasi internasional dengan fungsi yang berbeda.

Berkontribusi pada Agenda Pendidikan Global

Salah satu peran yang dijalankan UIPM adalah sebagai organisasi non-pemerintah (Non-Governmental Organization/NGO) yang memiliki Special Consultative Status di bawah United Nations Economic and Social Council (UN ECOSOC).

Status ini memungkinkan organisasi masyarakat sipil memberikan masukan, berbagi pengalaman, serta menyampaikan laporan terkait isu-isu yang menjadi perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk di bidang pendidikan.

Selain itu, lembaga pendidikan ini juga menjadi mitra dalam UN SDG Action, yang mendukung implementasi 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, termasuk target peningkatan akses dan kualitas pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi.

Dalam menjalankan perannya, lembaga pendidikan ini melakukan pengamatan terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, seperti kualitas pembelajaran, peran tenaga pendidik, sistem penjaminan mutu, serta berbagai tantangan yang dihadapi peserta didik maupun institusi pendidikan.

Baca Juga: Hasto Kritik Pembentukan URI, Jangan Tumpang Tindih dengan Lemhannas

Temuan-temuan tersebut kemudian menjadi bagian dari laporan berkala yang disampaikan sesuai mekanisme pelaporan kepada UN ECOSOC sebagai bentuk tanggung jawab organisasi yang memiliki status konsultatif.

UIPM. (dok. ist)

Mendorong Budaya Penjaminan Mutu

Selain berkontribusi pada agenda global, kualitas pendidikan juga sangat dipengaruhi oleh sistem penjaminan mutu yang kuat.

Dalam konteks ini, UIPM tercatat sebagai anggota Asia Pacific Quality Network (APQN), sebuah jaringan internasional yang berfokus pada pengembangan penjaminan mutu pendidikan tinggi di kawasan Asia Pasifik.

APQN beranggotakan berbagai lembaga penjaminan mutu dan akreditasi dari sejumlah negara, termasuk badan-badan nasional seperti Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Indonesia dan Malaysian Qualifications Agency (MQA).

Melalui jejaring ini, anggota dapat saling bertukar praktik baik, mengikuti perkembangan standar mutu internasional, serta memperkuat sistem evaluasi pendidikan tinggi.

Load More