- Di era globalisasi, kualitas pendidikan tidak lagi hanya diukur dari apa yang terjadi di dalam ruang kelas.
- Standar mutu, tata kelola, hingga pengembangan sumber daya manusia kini semakin dipengaruhi oleh kolaborasi lintas negara dan pertukaran praktik terbaik di tingkat internasional.
- Organisasi pendidikan, perguruan tinggi, hingga lembaga penjaminan mutu semakin banyak membangun jejaring global untuk mengikuti perkembangan kebijakan pendidikan, memperkuat kualitas akademik, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Suara.com - Di era globalisasi, kualitas pendidikan tidak lagi hanya diukur dari apa yang terjadi di dalam ruang kelas.
Standar mutu, tata kelola, hingga pengembangan sumber daya manusia kini semakin dipengaruhi oleh kolaborasi lintas negara dan pertukaran praktik terbaik di tingkat internasional.
Organisasi pendidikan, perguruan tinggi, hingga lembaga penjaminan mutu semakin banyak membangun jejaring global untuk mengikuti perkembangan kebijakan pendidikan, memperkuat kualitas akademik, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Salah satu organisasi yang terlibat dalam jejaring tersebut adalah Universal Institute of Professional Management (UIPM) melalui keikutsertaannya di sejumlah organisasi internasional dengan fungsi yang berbeda.
Berkontribusi pada Agenda Pendidikan Global
Salah satu peran yang dijalankan UIPM adalah sebagai organisasi non-pemerintah (Non-Governmental Organization/NGO) yang memiliki Special Consultative Status di bawah United Nations Economic and Social Council (UN ECOSOC).
Status ini memungkinkan organisasi masyarakat sipil memberikan masukan, berbagi pengalaman, serta menyampaikan laporan terkait isu-isu yang menjadi perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk di bidang pendidikan.
Selain itu, lembaga pendidikan ini juga menjadi mitra dalam UN SDG Action, yang mendukung implementasi 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, termasuk target peningkatan akses dan kualitas pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi.
Dalam menjalankan perannya, lembaga pendidikan ini melakukan pengamatan terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, seperti kualitas pembelajaran, peran tenaga pendidik, sistem penjaminan mutu, serta berbagai tantangan yang dihadapi peserta didik maupun institusi pendidikan.
Baca Juga: Hasto Kritik Pembentukan URI, Jangan Tumpang Tindih dengan Lemhannas
Temuan-temuan tersebut kemudian menjadi bagian dari laporan berkala yang disampaikan sesuai mekanisme pelaporan kepada UN ECOSOC sebagai bentuk tanggung jawab organisasi yang memiliki status konsultatif.
Mendorong Budaya Penjaminan Mutu
Selain berkontribusi pada agenda global, kualitas pendidikan juga sangat dipengaruhi oleh sistem penjaminan mutu yang kuat.
Dalam konteks ini, UIPM tercatat sebagai anggota Asia Pacific Quality Network (APQN), sebuah jaringan internasional yang berfokus pada pengembangan penjaminan mutu pendidikan tinggi di kawasan Asia Pasifik.
APQN beranggotakan berbagai lembaga penjaminan mutu dan akreditasi dari sejumlah negara, termasuk badan-badan nasional seperti Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Indonesia dan Malaysian Qualifications Agency (MQA).
Melalui jejaring ini, anggota dapat saling bertukar praktik baik, mengikuti perkembangan standar mutu internasional, serta memperkuat sistem evaluasi pendidikan tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Kematian Janggal Sutrimo, Benarkah Terkait Kasus Eks Jampidsus?
-
Memantau Harimau yang Bikin Geger Warga di Pulau Burung Indragiri Hilir
-
KPK Dalami Lelang Jabatan Zulkarnain, Dugaan Mahar Pajero Sport ke Bupati Diusut
-
Korupsi Kepala Daerah Sudah Level Darurat, DPR Panggil Kemendagri dan Asosiasi Pemda Besok
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
4 Zodiak Paling Beruntung dan Makmur Sepanjang Agustus 2026, Ada Gemini dan Leo
-
Hutan Bukan untuk Tentara, YLBHI Cemas Pembangunan BTP TNI Picu Kerusakan Alam
-
Changan Nevo Q05 Meluncur di GIIAS 2026 Harga Mulai Rp 300 Jutaan
-
Pasca Ramai Dugaan Diskriminasi Siswa, Disdikpora DIY Wajibkan Sekolah Sediakan Ruang Belajar Agama
-
Belajar dari Iblis dan Maling? Seni Menang di Buku Jadilah yang Terbalik!