Suara.com - Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia dr. Syahrizal Syarif, MPH, kondisi Covid-19 menyebut bahwa kondisi virus corona yang ada di Jakarta relatif lebih parah dibanding di Jawa Timur. Hal ini mengomentasi keputusan anies untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total mulai Senin 14 September 2020.
Sementara itu, Prodia disebut sebagai laboratorium swasta pertama yang memiliki alat tes Covid-19 otomatis. Dua berita tadi merupakan kabar terpopuler di kanal Health Suara.com.
1. Waduh, Epidemiolog UI Sebut Covid-19 di Jakarta Lebih Parah dari Jatim!
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut kondisi Covid-19 saat ini lebih parah dibandingkan ketika awal wabah terjadi, Maret 2020.
Karena itu, Pemprov memutuskan untuk PSBB total mulai 14 September.
2. Prodia, Laboratorium Swasta Pertama dengan Alat Periksa Covid-19 Otomatis
Banyak negara menyoroti kapasitias pemeriksaan Covid-19 di Indonesia yang masih sangat minim. Saat ini, laboratorium di Indonesia masih berjuang memenuhi target pemeriksaan PCR 30.000 spesimen per hari.
Membantu pemerintah, Laboratorium Klinik Prodia menambah kapasitas pemeriksaan Rapid Test Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) untuk Covid-19 menjadi 2.000 spesimen per hari. Ini karena Prodia menambahkan alat fully automated Cobas 6800 di Laboratorium Pusat Rujukan Nasional (PRN) Prodia, Jakarta.
Baca Juga: Peneliti Kosta Rika Kembangkan Perawatan Covid-19 dari Antibodi Kuda
3. Dirut Prodia: Virus Corona Sangat Infeksius, Pemeriksaannya Perlu SDM Ahli
Infeksi Covid-19 di Indonesia sudah tembus lebih dari 200.000 kasus. Namun dicurigai, angka yang sesungguhnya lebih besar dari ini. Hal ini lantaran masih terbatasnya pemeriksaan virus corona di Indonesia.
Per 9 September 2020, ada lebih dari 92.000 orang dikategorikan suspek, namun kapasitas pemeriksaan PCR di Indonesia masih di bawah 30.000 per hari. Artinya, tidak semua suspek bisa dilakukan pemeriksaan.
4. Gawat, Sudah 300.000 Orang Meninggal karena Covid-19 di Amerika Selatan
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh