Suara.com - Gaya hidup sehat memiliki pengaruh positif pada penurunan risiko penyakit ginjal kronis. Berbagai gaya hidup yang disarankan adalah rutin berolahraga, makan sayuran, dan berhenti merokok.
Melansir dari Science Daily, sebuah penelitian yang disusun oleh para peneliti Karolinska Institute di Swedia dan Griffith University di Australia menyatakan bahwa perubahan gaya hidup tertentu bisa mencegah penyakit ginjal kronis.
Penelitian ini telah diterbitkan dalam The Journal of the American Society of Nephrology. Studi tersebut melibatkan lebih dari 2,5 juta orang sehat dari 16 negara.
"Kami menemukan bahwa gaya hidup memainkan peran besar dalam mengurangi risiko terkena penyakit ginjal kronis," kata Dr Jaimon Kelly, seorang peneliti postdoctoral di Griffith University.
Dalam hal ini, para peneliti menyarankan untuk memakan makanan yang berbasis nabati, perbanyak asupan kalium tinggi, olahraga, kurangi konsumsi alkohol, kurangi garam, dan berhenti merokok. Beberapa rekomendasi tersebut dapat mengurangi risiko penyakit ginjal kronis antara 14 hingga 22 persen.
"Studi ini adalah bukti terbaik yang kami miliki tentang pilihan gaya hidup yang dapat membantu mencegah penyakit ginjal," kata Juan Jesus Carrero, profesor epidemiologi di Departemen Epidemiologi Medis dan Biostatistik, Karolinska Institutet.
"Hasilnya dapat digunakan dalam pengembangan rekomendasi kesehatan masyarakat," imbuhnya.
Masalah ginjal kronis sediri setidaknya telah menyerang sekitar 10 persen populasi dunia. Pada 2017, lebih dari 1,2 juta orang diperkirakan meninggal akibat penyakit ginjal dan 1,4 juta orang mengalami komplikasi kardiovaskular yang disebabkan oleh penurunan fungsi ginjal.
Baca Juga: Risiko Orang Sakit Batu Ginjal Meningkat saat Cuaca Panas, Apa Sebabnya?
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat