Suara.com - Mengonsumsi rokok dengan cara dibakar lalu dihisap mungkin sudah biasa, tapi apa jadinya jika batangan rokok utuh ditelan dan dikunyah mulut?
Satu batang rokok umumnya mengandung tembakau dengan kadar 20 miligram nikotin di dalamnya. Saat dimakan, total nikotin itu akan masuk utuh ke dalam tubuh. Ini tentu berbeda saat rokok dibakar dan dihisap, sebatang rokok yang terhisap akan menyumbang sekitar 1,5 miligram nikotin, seperti diwartakan The Daily Mail, Rabu (16/9/2020).
Jadi, bisa dipastikan sat dimakan, sebatang rokok berisiko membuat orang jatuh sakit karena asupan nikotin yang berlebih, bahkan besar kemungkinannya ia akan muntah sebelum seluruh nikotin itu tercerna.
Sebuah kasus pernah terjadi, seorang memakan 75 batang rokok dengan kandungan 1.500 miligram nikotin sebagai upaya bunuh diri. Namun ia berhasil selamat dan membagikan kisahnya. Ia mengaku muntah sebelum merasakan kerusakan permanen di tubuhnya.
Tapi muntah bukan berarti Anda akan baik-baik saja setelah menelan 1 bungkus atau 20 batang rokok, Anda akan mengalami efek samping keracunan nikotin.
Bersamaan dengan muntah, Anda juga akan mengalami efek berupa sakit perut parah yang berlangsung selama berhari-hari.
Sementara itu, mengutip Alodokter, nikotin bisa menimbulkan efek kesenangan sementara di otak yang membuat seseorang ketergantungan. Akibatnya, orang yang kecanduan nikotin akan merasa cemas dan mudah marah jika tiba-tiba tubuhnya tidak mendapatkan asupan nikotin.
Setiap kali nikotin yang masuk ke tubuh terserap darah dan menuju otak, nikotin akan merangsang pelepasan dopamin, salah satu hormon bahagia yang membantu memperbaiki suasana hati dan menimbulkan rasa puas.
Sedangkan racun yang terkandung dalam rokok menyebabkan individu yang kecanduan nikotin memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung, stroke, dan kanker dibanding mereka yang tidak merokok.
Baca Juga: Busyet!, Rokok Illegal juga Dijual Di Media Sosial
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?