Suara.com - Beberapa orang hanya merokok saat tengah nongkrong bersama dengan teman-teman. Tapi jika berpikir bahwa dengan begitu bisa menurunkan risiko penyakit paru-paru, hal itu keliru.
Dalam penelitian yang dipresentasikan pada Kongres Internasional Masyarakat Pernafasan Eropa awal bulan ini, para peneliti dari Columbia University Medical Center mengatakan bahwa perokok sosial masih delapan kali lebih mungkin meninggal akibat kanker paru-paru.
Dilansr dari Health 24, mereka dari dua kali lebih mungkin meninggal karena penyakit paru-paru dibandingkan dengan non-perokok.
Seperti diketahui, seorang dianggap sebagai perokok sosial jika merokok kurang dari 10 batang sehari. Namun kemungkinan terkena kanker paru-paru hampir sama dengan seseorang yang merokok 20 batang sehari.
"Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa orang-orang berhenti merokok. Sebagai contoh, di AS proporsi perokok yang merokok kurang dari 10 batang per hari telah meningkat dari 16 persen menjadi 27 perseb," kata salah satu rekan peneliti, Dr Pallavi Balte. .
"Jadi, kami ingin mempelajari risiko perokok sosial dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, dan dibandingkan dengan perokok berat."
Di Afrika Selatan, telah terjadi beberapa perdebatan tentang angka perokok. Survei oleh Universitas Cape Town dan Dewan Riset Ilmu Pengetahuan Manusia memperkirakan secara kasar bahwa 20 persen orang Afrika Selatan dapat dianggap sebagai perokok. Ini karena satu dari tiga pria dan satu dari 10 perempuan baik saat ini merokok atau pernah merokok sebelumnya.
Foundation for a Smoke-Free World mengklaim pada tahun 2018 bahwa angkanya jauh lebih tinggi. Tetapi banyak yang mempertanyakan ukuran sampelnya yang kecil dengan kuesioner yang hanya diberikan dalam bahasa Inggris dan Afrika. Yayasan ini juga didanai oleh perusahaan rokok yang menjual rokok elektrik.
Sebagai perbandingan, hanya sebagian kecil orang kulit hitam yang berusia lebih dari 15 tahun yang pernah merokok, menurut Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional Afrika Selatan 2013.
Baca Juga: Selain Hamil, Sering Mual Bisa Jadi Gejala Kanker Paru-Paru!
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
4 HP Snapdragon Paling Murah, Cocok untuk Daily Driver Terbaik Harga mulai Rp 2 Jutaan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
Terkini
-
VELYS Robotic-Assisted: Rahasia Pemulihan Pasca Operasi Lutut Hanya dalam Hitungan Jam?
-
Waspada! Obesitas Dewasa RI Melonjak, Kenali Bahaya Lemak Perut yang Mengintai Nyawa
-
Kota Paling Bersih dan Sehat di Indonesia? Kemenkes Umumkan Penerimanya Tahun Ini
-
Dari Flu hingga Hidung Tersumbat: Panduan Menenangkan Ibu Baru Saat Bayi Sakit
-
Hasil Penelitian: Nutrisi Tepat Sejak Dini Bisa Pangkas Biaya Rumah Sakit Hingga 4 Kali Lipat
-
Cegah Bau Mulut akibat Celah Gigi Palsu, Ini Penjelasan Studi dan Solusi untuk Pengguna
-
Stop Jilat Bibir! Ini 6 Rahasia Ampuh Atasi Bibir Kering Menurut Dokter
-
Alarm Kesehatan Nasional: 20 Juta Warga RI Hidup dengan Diabetes, Jakarta Bergerak Melawan!
-
Panduan Memilih Yogurt Premium untuk Me-Time Sehat, Nikmat, dan Nggak Bikin Bosan
-
Radang Usus Kronik Meningkat di Indonesia, Mengapa Banyak Pasien Baru Sadar Saat Sudah Parah?