Suara.com - Ada anggapan bahwa mengunyah permen karet bisa menjadi penurun berat badan. Hal ini disebabkan karena mengunyah permen karet bisa membantu menontrol diri dari makan sembarangan dan mengencangkan otot wajah.
Melansir dari Healthline, berikut beberapa manfaat mengunyah permen karet dalam membantu menurunkan berat badan, antara lain:
Menurunkan Rasa Ingin Makan
Tindakan mengunyah dapat mengurangi rasa lapar, membuat Anda merasa lebih kenyang dan membantu mengurangi rasa ingin ngemil.
Menurut sebuah studi, sebagian peserta yang diminta untuk mengunyah permen karet tanpa gula selama 30 menit setelah makan mengalami dampak positif. Pengunyah permen karet dilaporkan merasa lebih kenyang daripada non-pengunyah permen karet.
Membantu Mengurangi Asupan Kalori
Dalam sebuah penelitian, peserta yang mengunyah permen karet di antara jam sarapan dan makan siang tidak hanya merasa kurang lapar tetapi juga makan sekitar 68 kalori lebih sedikit saat makan siang.
Meski temuan penelitian ini tampak menjanjikan, perlu diingat bahwa pengurangan asupan kalori saat makan permen karet tergolong kecil. Selain itu, tidak jelas apakah makan permen karet mengakibatkan penurunan berat badan jangka panjang yang signifikan.
Membantu Membakar Kalori
Baca Juga: Ingin Menurunkan Berat Badan? Coba Tiga Kebiasaan Ini di Pagi Hari
Beberapa penelitian kecil menunjukkan bahwa tindakan mengunyah permen karet dapat membantu membakar beberapa kalori tambahan. Dalam satu penelitian kecil, peserta yang mengunyah permen karet sebelum dan sesudah sarapan membakar sekitar 3–5 persen lebih banyak kalori dalam 3 jam setelah makan.
Dalam studi lain, mengunyah permen karet setelah makan meningkatkan jumlah kalori yang dibakar melalui pencernaan. Namun, peningkatan jumlah kalori yang dibakar tetap sangat kecil.
Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa mengunyah permen karet sambil berjalan dapat membantu menurunkan berat badan. Hal ini bisa meningkatkan detak jantung dan kecepatan berjalan yang kemungkinan dapat meningkatkan pembakaran lemak serta kalori.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia