Suara.com - Ada banyak jenis diet yang menganjurkan kita untuk mengonsumsi makanan berprotein tinggi untuk menurunkan berat badan, contohnya diet keto.
Protein dapat membantu tubuh membangun dan memperbaiki otot, organ, dan tulang. Nutrisi ini membantu menurunkan berat badan tanpa kehilangan massa otot.
Namun, di saat yang bersamaan, terlalu banyak mengonsumsi nutrisi ini dapat merugikan kesehatan.
Untuk kesehatan yang baik, kita harus mengonsumsi makanan seimbang, tidak perlu diet rendah karbohidrat atau tinggi protein.
Melansir The Health Site, berikut efek samping menjalani diet tinggi protein.
1. Bau mulut
Kemungkinan ini terjadi karena tubuh memasuki kondisi metabolisme yang disebut ketosis, tubuh akan menghasilkan bahan kimia yang mengeluarkan bau tidak sedap.
2. Kerusakan ginjal
Terlalu banyak protein dapat menyebabkan kerusakan ginjal pada orang dengan penyakit ginjal yang sudah ada sebelumnya. Ini karena ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuang nitrogen ekstra dan produk limbah metabolisme protein.
Baca Juga: Ada Tantangan Diet 3 Bulan, Hadiahnya Rp 193 Juta, Mau?
3. Risiko kanker
Diet tinggi protein dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal, payudara, dan prostat. Ini mungkin karena senyawa karsinogenik dan lemak tertentu yang ditemukan dalam daging.
4. Penyakit jantung
Beberapa daging mengandung lemak jenuh dan kolesterol tingkat tinggi. Ini meningkatkan risiko penyakit jantung secara signifikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya