Suara.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang melakukan proses produksi protein rekombinan untuk membuat vaksin COVID-19.
"Saat ini kami sedang dalam proses produksi protein rekombinan," kata peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Wien Kusharyoto di Jakarta, Senin (7/9/2020).
Pengembangan kandidat vaksin itu dilakukan secara mandiri oleh LIPI. Pemerintah Indonesia mendorong vaksin Merah Putih yakni vaksin yang bibit vaksinnya diteliti dan dikembangkan di Indonesia.
Kemandirian bangsa dalam memproduksi vaksin menjadi sesuatu yang sangat penting untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan vaksin untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Wien menjelaskan, seperti dilansir dari Antara, dalam proses produksi protein rekombinan, vektor yang membawa kaset ekspresi termasuk misalnya gen penyandi protein Spike ditransfeksi ke sel mamalia CHO (chinese hamster ovarian) atau sel HEK 293, agar kaset ekspresi tersebut terintegrasi ke dalam genom sel mamalia itu.
Kalau digunakan sel khamir (Pichia pastoris atau Hansenula polymorpha), maka vektor pembawa kaset ekspresi ditransformasi ke dalam sel khamir dengan elektroporasi, agar kaset ekspresi terintegrasi ke dalam genom sel khamir.
Selanjutnya dilakukan proses seleksi untuk memperoleh klon atau sel transforman yang membawa kaset ekspresi tersebut. Klon atau sel transforman itu akan digunakan untuk produksi protein rekombinan. Protein tersebut biasanya disekresikan ke dalam media kultur.
Kemudian, dilakukan kultur sel atau fermentasi untuk memperoleh protein rekombinan dalam jumlah yang memadai. Dalam proses itu, Wien menuturkan perlu diverifikasi ukuran proteinnya, urutan asam amino dan pola glikosilasi.
Protein dipanen dengan cara filtrasi atau ultrasentrifugasi, dan selanjutnya dimurnikan atau dipurifikasi dengan metode kromatografi.
Baca Juga: Awal Tahun Depan, Australia Siap Gunakan Vaksin Covid-19 Buatan AstraZeneca
Berita Terkait
-
Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya
-
Peneliti LIPI Sebut Dinamika Politik 'Keluarga Solo' sebagai Perilaku Menyimpang
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Ikrar Nusa Bakti Desak Prabowo Segera Reshuffle Kabinet
-
Profil Carina Joe, Pahlawan Vaksin Covid-19 Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
7 HP 5G Murah Terbaik Juni 2026: Usung Chipset Kencang, Libas Game Berat
-
77 Kode Redeem FF Max Terbaru 21 Juni 2026: Klaim Evo Woodpecker dan Gloo Wall Football
-
5 Solar Panel Terbaik untuk Cadangan Daya Listrik di Rumah, Harga Mulai Rp18 Ribuan
-
Harga Redmi K90 Ultra Hampir Setara POCO X8 Pro Max, tapi 'Rasa Snapdragon'
-
Pre-Order GTA 6 Resmi Hadir Pekan Ini: Bocoran Harga dan Cuplikan Anyar Beredar
-
Spesifikasi Lenovo Aurora GH15: Headset Gaming Murah dengan Baterai 1000 mAh
-
Vivo X Fold 6 Beri 'Sinyal Bahaya' pada Galaxy Z Fold 8, Apa Saja Fiturnya?
-
Era Digital Banjiri Keinginan, Pengamat Ingatkan Pentingnya Mengelola Hasrat
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru