Suara.com - Usia menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan perempuan untuk hamil. Tak hanya itu, usia juga bisa berpengaruh terhadap tingkat keselamatan ibu hamil dan janin. Lantas, berapa usia ideal untuk hamil?
Dokter spesialis kandungan dan kebidanan, Dr. dr. Ali Sungkar, SpOG(K), mengatakan usia optimal seorang wanita untuk hamil adalah 20-35 tahun. Dan di bawah usia itu tidak dianjurkan karena berpotensi persalinan prematur.
“Golden age kehamilan antara 20 dan 35 (tahun), karena secara psikologis itu adalah yang terbaik untuk segalanya, kesehatan seorang ibu serta psikis si ibu dalam mengambil keputusan. Risiko untuk kegugurannya pun kecil hanya 9-17 persen,” ucap dr. Ali kepada awak media dalam acara webinar dengan tema ‘Tantangan Kehamilan Usia 20, 30, 40’ pada Kamis (01/10/2020).
Untuk kehamilan di usia di bawah 20 tahun, digolongkan ke dalam kehamilan remaja. Usia remaja adalah usia di mana masih terjadi pertumbuhan dan perkembangan sebagai ibu hamil. Dampak kehamilan usia remaja akan rentan mengalami anemia, pertumbuhan janin terhambat, persalinan prematur, preeklamsia, dan angka kematian bayi tinggi.
Sedangkan, kehamilan pada rentang usia 35-40 tahun adalah sebaiknya waspada. Hal ini dikarenakan kehamilan yang akan dihadapi wanita pada usia tersebut bisa meningkatkan risiko mengalami keguguran.
Sedangkan bila hamil di usia lebih dari 40 tahun, cenderung mulai memiliki banyak masalah kesehatan, seperti hipertensi, diabetes mellitus, hingga masalah jantung. Oleh karena itu, tak dianjurkan karena sering kali disertai komplikasi serius.
“Komplikasi patut diwaspadai ketika hamil pada usia 40 tahun ke atas. Kondisi sel telur juga saat usia itu sudah mulai menurun dan dapat menyebabkan meningkatnya kejadian janin cacat karena kelainan kromosom, seperti sindrom down, kemudian keguguran, dan termasuk blighted ovum,” pungkas dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?