Suara.com - Menstruasi tidak teratur dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti ketidakseimbangan hormon, perubahan hormonal pada saat menopause, hingga perubahan metode kontrasepsi.
Sebuah penelitian dari University of Harvard, AS, menunjukkan bahwa siklus menstruasi tidak teratur dan panjang pada masa remaja dan dewasa berkaitan dengan risiko penyakit jantung atau kardiovaskular.
Kondisi ini juga lebih berisiko pada perempuan yang merokok, menurut studi yang terbit dalam jurnal BMJ.
Tanda Vital Kesehatan Perempuan
Menurut peneliti, hasil studi tersebut menyoroti perlunya mempertimbangkan siklus menstruasi sebagai tanda vital kesehatan umum pada perempuan sepanjang masa reproduksi mereka.
Dilansir dari The Health Site, temuan ini didasarkan pada data dari 79.505 perempuan pramenopause (usia rata-rata 38 tahun) tanpa riwayat penyakit kardiovaskular, kanker, atau diabetes.
Peserta melaporkan durasi dan keteraturan siklus menstruasi mereka pada usia 14 hingga 17 tahun, 18 sampai 22 tahun, dan 29 hingga 46 tahun.
Selama 24 tahun masa tindak lanjut, peneliti mencatat adanya 1.975 kematian dini, termasuk 894 akibat kanker dan 172 akibat penyakit kardiovaskular.
Para peneliti menemukan perempuan yang melaporkan selalu mengalami siklus menstruasi tidak teratur mengalami angka kematian yang lebih tinggi.
Baca Juga: Bikin Sehat Jantung, 5 Buah dan Sayur ini Wajib Banget Dikonsumsi
Hubungan ini paling kuat untuk kematian yang terkait dengan penyakit kardiovaskular daripada kanker atau kematian akibat penyebab lain. Angka kematian yang lebih tinggi juga sedikit lebih kuat di antara perokok aktif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi