Suara.com - Indonesia menjadi negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di ASEAN, posisi yang sebelumnya ditempati oleh Filipina.
Dilansir laman Worldometers.info, kasus Covid-19 Indonesia pada Jumat (16/10/2020) pukul 11.10 WIB mencapai 349.160, lebih banyak 462 kasus dibandingkan Filipina yang mencatatkan 348.698 kasus.
Selain jumlah kasus, Indonesia juga memiliki total kematian yang lebih banyak dibandingkan Filipina. 12.268 korban jiwa tercatat di Indonesia, sementara Filipina melaporkan 6.497 kematian.
Jumlah kasus aktif di Indonesia (63.231) juga lebih tinggi daripada Filipina (48.040).
Sementara itu, jumlah pasien sembuh yang dilaporkan Indonesia (273.661) juga masih di bawah Filipina (294.161).
Ironisnya, Indonesia memiliki jumlah kematian, kasus aktif, dan total kasus yang lebih banyak daripada Filipina dengan jumlah tes yang lebih sedikit.
Filipina tercatat sudah melakukan lebih dari 4,2 juta tes Covid-19, dengan rerata 38,796 tes persatujuta penduduk.
Sementara Indonesia baru melakukan 3,9 juta tes atau 14,343 tes persatujuta penduduk.
Update Covid-19 Global: Angka Kematian Terus Naik
Baca Juga: Ada Penambahan 1.071, Total Kasus Covid-19 Jakarta Hari Ini Capai 91.337
Sementara itu secara global, total kasus Covid-19 per Jumat (16/10) pukul 00.13 GMT atau 07. 15 WIB sebanyak 39.150.698 infeksi tersebar di 215 negara. Angka kematian harian juga melonjak dibandingkan sepekan terakhir dengan jumlah 6.080 jiwa, totalnya diseluruh dunia tercatat 1.102.398 jiwa.
Sementara pasien yang telah sembuh dari infeksi virus corona mencapai 29.362.188 orang di dunia.
Sejumlah negara mengalami lonjakan kasus baru. Salah satunya Amerika Serikat yang jumlah infeksi baru kembali jadi terbantak di dunia, melampaui India, sejak akhir Agustus lalu.
Dilaporkan ada 64.598 kasus baru, membuat jumlah infeksi di AS menjadi 8,2 juta.
Sedangkan India diperingkat kedua, mengalami penambahan kasus baru 60.365 orang terinfeksi, totalnya menjadi 7,3 juta.
Negara-negara di Eropa juga mencatatkan rekor atas infeksi baru. Perancis menjadi negara dengan penambahan kasus baru terbanyak di Eropa, mencapai 30.621 infeksi dalam 24 jam terakhir.
Berita Terkait
-
Hasil Piala AFF U-17 2026: Banjir Gol, Timnas Laos Kandaskan Perlawanan Filipina
-
Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia
-
Dominan Sejak Awal, Timnas Indonesia U-17 Gulung Timor Leste 4-0
-
Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN
-
Bidik Pasar Digital ASEAN, Perushaan RI Ekspansi ke Malaysia
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak