Suara.com - Ditengah pandemi virus corona, vaksin flu menjadi salah satu cara agar mengurangi risiko komplikasi dari Covid-19. Tapi, lima orang di Korea Selatan dikabarkan meninggal usai mendapatkan suntikan flu dalam seminggu terakhir.
Peristiwa itu meningkatkan kekhawatiran atas keamanan vaksin tersebut. Meski demikian belum terbukti apakah kematian tersebut berkaitan dengan vaksin flu itu.
Pihal berwenang masih melakukan penyelidikan termasuk pemeriksaan mayat.
"Ini membuat kami sulit untuk mengeluarkan pernyataan yang pasti," ujar Wakil Menteri Kesehatan Kim Gang-lip dikutip dari ANTARA, Rabu, (21/20/2020).
Kini kabar kematian tersebut menempati berita utama di banyak media di Korea Selatan. Sebelumnya, pemerintah setempat berencana untuk menambah 20 persen lebih vaksin flu untuk musim dingin daripada tahun sebelumnya untuk menyuntik 30 juta orang.
Hal itu sebagai upaya untuk mencegah kelebihan beban di sistem kesehatan oleh pasien yang terkena flu dan terpapar COVID-19.
Namun, dimulainya program suntikan gratis untuk sekitar 19 juta orang yang memenuhi syarat ditangguhkan selama tiga minggu setelah ditemukan bahwa sekitar 5 juta dosis vaksin, yang perlu didinginkan, telah terpapar suhu kamar saat diangkut ke fasilitas medis.
Meningkatkan kepercayaan publik terhadap vaksin telah menjadi tantangan global utama tahun ini, karena beberapa negara terburu-buru menyetujui vaksin COVID-19 eksperimental sebelum studi keamanan dan kemanjuran lengkap telah diselesaikan.
Vaksin flu Korea Selatan dipasok oleh beberapa pembuat obat yang berbeda, termasuk LG Chem Ltd dan Boryung Biopharma Co. Ltd., sebuah unit dari Boryung Pharm Co. Ltd.
Baca Juga: Alasan Brasil Uji Vaksin Tuberkulosis untuk Obat Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak