-
Pentagon mempertimbangkan pengurangan jumlah pasukan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
-
Kerusakan fasilitas akibat serangan Iran memicu rencana peninjauan ulang pangkalan militer AS.
-
Pejabat senior menyebut kajian ini sebagai perencanaan bijaksana untuk menentukan pembangunan kembali pangkalan.
Suara.com - Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon mulai mengevaluasi ulang pengerahan kekuatan militernya di kawasan Timur Tengah setelah serangkaian markas mereka hancur diserang Iran. Langkah strategis ini berpotensi mengubah peta kekuatan militer Washington yang selama bertahun-tahun mendominasi kawasan Teluk.
Kerusakan masif pada berbagai pangkalan utama justru membuka opsi pengurangan jumlah prajurit secara permanen. Pentagon mengindikasikan beberapa fasilitas pertahanan yang hancur tidak akan dibangun kembali dengan bentuk yang sama seperti sebelumnya.
Peninjauan mendalam ini dipimpin langsung oleh kantor kebijakan Pentagon dengan melibatkan Kepala Staf Gabungan serta Komando Pusat AS (CENTCOM). Proses perencanaan difokuskan untuk menentukan prioritas pembangunan serta pengerahan aset di masa depan.
Seorang pejabat senior Pentagon menjelaskan bahwa Menteri Pertahanan Pete Hegseth sejauh ini belum menerbitkan perintah kajian formal.
Ia menyebut upaya tersebut sebagai perencanaan yang bijaksana untuk membantu menentukan keputusan terkait pembangunan kembali pangkalan yang rusak.
"Keputusan harus dibuat terkait beberapa hal ini," kata pejabat tersebut dikutip dari Anadolu, Rabu (19/8/2026).
Eskalasi konflik bersenjata dengan Iran yang berlangsung selama berbulan-bulan telah merusak berbagai infrastruktur vital milik Amerika Serikat. Kondisi di lapangan memaksa Washington menghitung ulang efisiensi operasional dan risiko keamanan pangkalan mereka.
Sebelum peninjauan ini muncul, CENTCOM secara rutin menempatkan sekitar 40.000 personel yang tersebar di hampir 20 titik lokasi dari Yordania hingga Oman.
AS bahkan telah menambah armada kapal perang, jet tempur, dan sistem pertahanan udara, serta meluncurkan lebih dari 13.000 serangan ke Iran sejak awal tahun.
Baca Juga: Donald Trump Dikabarkan Deklarasikan Selat Hormuz Masuk Wilayah Amerika Serikat
Keberadaan pangkalan permanen terbesar mereka selama ini terkonsentrasi di negara-negara Teluk, seperti markas Armada Kelima di Bahrain serta pangkalan utama Angkatan Darat dan Udara di Kuwait.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang