News / Internasional
Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:42 WIB
Tentara Amerika Serikat saat bersiap dalam sebuah tugas. [WUNC.org]
Baca 10 detik
  • Pentagon mempertimbangkan pengurangan jumlah pasukan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

  • Kerusakan fasilitas akibat serangan Iran memicu rencana peninjauan ulang pangkalan militer AS.

  • Pejabat senior menyebut kajian ini sebagai perencanaan bijaksana untuk menentukan pembangunan kembali pangkalan.

Suara.com - Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon mulai mengevaluasi ulang pengerahan kekuatan militernya di kawasan Timur Tengah setelah serangkaian markas mereka hancur diserang Iran. Langkah strategis ini berpotensi mengubah peta kekuatan militer Washington yang selama bertahun-tahun mendominasi kawasan Teluk.

Kerusakan masif pada berbagai pangkalan utama justru membuka opsi pengurangan jumlah prajurit secara permanen. Pentagon mengindikasikan beberapa fasilitas pertahanan yang hancur tidak akan dibangun kembali dengan bentuk yang sama seperti sebelumnya.

Peninjauan mendalam ini dipimpin langsung oleh kantor kebijakan Pentagon dengan melibatkan Kepala Staf Gabungan serta Komando Pusat AS (CENTCOM). Proses perencanaan difokuskan untuk menentukan prioritas pembangunan serta pengerahan aset di masa depan.

Drone atau pesawat nirawak berharga mahal milik AS, yang diterjunkan saat perang agresi terhadap Iran. [Suara.com]

Seorang pejabat senior Pentagon menjelaskan bahwa Menteri Pertahanan Pete Hegseth sejauh ini belum menerbitkan perintah kajian formal.

Ia menyebut upaya tersebut sebagai perencanaan yang bijaksana untuk membantu menentukan keputusan terkait pembangunan kembali pangkalan yang rusak.

"Keputusan harus dibuat terkait beberapa hal ini," kata pejabat tersebut dikutip dari Anadolu, Rabu (19/8/2026).

Eskalasi konflik bersenjata dengan Iran yang berlangsung selama berbulan-bulan telah merusak berbagai infrastruktur vital milik Amerika Serikat. Kondisi di lapangan memaksa Washington menghitung ulang efisiensi operasional dan risiko keamanan pangkalan mereka.

Sebelum peninjauan ini muncul, CENTCOM secara rutin menempatkan sekitar 40.000 personel yang tersebar di hampir 20 titik lokasi dari Yordania hingga Oman.

AS bahkan telah menambah armada kapal perang, jet tempur, dan sistem pertahanan udara, serta meluncurkan lebih dari 13.000 serangan ke Iran sejak awal tahun.

Baca Juga: Donald Trump Dikabarkan Deklarasikan Selat Hormuz Masuk Wilayah Amerika Serikat

Keberadaan pangkalan permanen terbesar mereka selama ini terkonsentrasi di negara-negara Teluk, seperti markas Armada Kelima di Bahrain serta pangkalan utama Angkatan Darat dan Udara di Kuwait.

Load More