Suara.com - Penyakit hati menjadi salat satu penyakit yang mematikan. Hal ini disebabkan karena fungsi utama hati adalah membuang limbah dalam tubuh, sehingga sangat penting untuk tubuh.
Hati juga bisa membantu mengatur lemak, karbohidrat dalam darah, menghilangkan racun dalam darah, hingga metabolisme. Oleh karena itu, membersihkan atau mendetoksifikasi hati menjadi hal yang penting.
Melansir dari Times of India, berikut beberapa cara untuk membersihkan organ hati dengan makanan, antara lain:
1. Konsumsi Makanan Kaya Serat
Konsumsi makanan kaya serat bisa membantu dengan mengurangi tingkat gula di hati. Dalam hal ini Anda bisa mendapatkan serat tinggi dari apel, bit, wortel, biji-bijian, hingga kacang-kacangan.
2. Teh Hijau
Minum teh hijau memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, terutama untuk menurunkan berat badan. Teh hijau juga membantu menghilangkan lemak dalam hati.
Teh hijau kaya akan antioksidan yang disebut katekin yang menghilangkan timbunan lemak di hati dan meningkatkan fungsinya.
3. Jeruk
Baca Juga: Deteksi Kanker Hati Sejak Dini dengan Pemantauan Rutin Hepatitis
Buah jeruk mengandung vitamin C yang bisa meningkatkan enzim detoksifikasi di hati.
4. Kacang Kenari
Kacang kenari mengandung asam lemak omega-3 dan asam amino. Kacang kenari memiliki arginin yang mampu membersihkan hati. Omega 3 di kacang kenari juga bisa membantu detoksifikasi yang membuatnya bagus untuk hati Anda.
5. Sayuran hijau
Sayuran hijau memiliki senyawa pembersih yang membantu membersihkan racun dari hati. Minum jus hijau atau makan salad hijau, membantu membuang racun dari tubuh.
Beberapa sayuran hijau yang umum termasuk kembang kol, kubis, brokoli, dan bayam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin