- Presiden Prabowo Subianto menyebut adanya pihak asing yang merugikan kekayaan negara saat pidato Hari Koperasi Nasional 2026.
- Pengamat politik Syahganda Nainggolan menafsirkan pernyataan tersebut sebagai kritik terhadap pengusaha batu bara yang tidak mematuhi aturan DMO.
- Pemerintah didesak segera menindak tegas pelaku pelanggaran aturan demi mengamankan kepentingan nasional dan pasokan listrik dalam negeri.
Suara.com - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia kedatangan "tamu tak diundang" yang kerap mengambil kekayaan bangsa menjadi perbincangan publik. Dalam pidatonya, Prabowo tidak menjelaskan secara spesifik siapa pihak yang dimaksud.
Pengamat politik Syahganda Nainggolan menilai istilah "tamu tak diundang" yang disampaikan Presiden mengarah pada kelompok oligarki yang dinilai lebih mengutamakan kepentingan pribadi.
Menurut Ketua Dewan Direktur Great Institute itu, pihak yang dimaksud bisa saja merupakan pengusaha di sektor batu bara yang dinilai tidak mematuhi kewajiban memenuhi kebutuhan batu bara dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) untuk mendukung pasokan listrik PLN.
"Presiden melihat itu banyak orang-orang (pengusaha) yang sebenarnya tadinya bukan orang Indonesia. Beberapa jadi WNI, menguasai batu bara kita. Atau pemain asingnya yang datang. Sebagai tamu istilah Prabowo," kata Syahganda, dikutip dari kanal YouTube Bambang Widjojanto, Kamis (16/7/2026).
Meski menyampaikan analisis tersebut, Syahganda tidak menyebut nama atau pihak tertentu yang dimaksud.
Ia juga menilai Presiden Prabowo perlu bertindak tegas apabila ditemukan pelanggaran terhadap aturan yang berlaku.
"Sebelum dua tahun dia harus bersihkan benar. Karena rakyat sudah gelisah," ujarnya.
Selain itu, Syahganda meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia lebih cermat mengawasi pemenuhan kewajiban pasokan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri. Menurutnya, pemerintah harus memastikan seluruh perusahaan batu bara mematuhi ketentuan DMO.
"Jangan PLN saja yang dituding. PLN kan hanya sebagai eksekutif pelaksana. Dia kan enggak punya batu bara," tambahnya.
Baca Juga: Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa ada sejumlah "tamu tak diundang" yang justru merugikan bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan pidato dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional 2026.
Reporter: Alif Bintang
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar
-
Hormati Penyidikan KPK, Bupati Bogor Tegaskan Pelayanan Tetap 'Gas Terus' 100 Persen
-
Kolaborasi Kelompok Tani Cipicung dan SEG, Sulap 15 Ternak Jadi Modal Berkelanjutan
-
Dapat Protein dan Serat, Menkes Budi Kasih Tips Makan Warteg yang Sehat dan Murah
-
Jangan Diam Uang Rakyat Jadi Bancakan! Masyarakat Diajak Susun APBN Tandingan
-
Sektor Perumahan Solid di Belakang Hilal Firmansyah
-
Iran Buka Peluang Diplomasi dengan AS, Tunggu Sikap Washington
-
Persib Resmi Pinjamkan Bek Muda Dion Markx ke Persita