Suara.com - Demi mendapatkan tubuh yang lebih sehat, banyak orang mengubah pola makan, salah satunya dengan tak lagi mengonsumsi daging merah.
Sebab meski dikenal sebagai salah satu makanan yang tinggi nutrisi yang lezat, banyak orang yang menganggap daging sebagai makanan yang kurang sehat.
Namun, bagaimana reaksi tubuh ketika seseorang mulai mengurangi bahkan berhenti makan daging merah dalam waktu yang lama?
Dirangkum dari The Healthy, berikut beberapa hal yang terjadi.
1. Berat badan menurun
Daging merah sangat padat kalori, sehingga seiring waktu Anda akan melihat perbedaan besar pada berat badan ketika berhenti mengonsumsinya.
Sebuah artikel review tahun 2015 di Journal of General Internal Medicine melaporkan bahwa orang yang menjalani diet vegetarian kehilangan lebih banyak berat badan daripada mereka yang menjalankan diet nonvegetarian.
2. Perut kemungkinan tidak terasa begitu kembung
Tubuh mencerna daging merah lebih lambat daripada makanan lain, itulah sebabnya Anda mungkin merasakan sembelit, sakit perut, dan peningkatan gas setelah makan daging.
Baca Juga: Mengenal Metode Diet Intermitten Fasting
3. Kulit mungkin terlihat lebih baik
Kulit bersih dimulai dari dalam. Konsumsi buah dan sayuran, yang juga sarat dengan vitamin seperti A, C, dan E yang dikenal untuk melawan radikal bebas penyebab noda.
4. Kadar kolesterol menurun
Kurangi daging merah dan Anda akan mengurangi jumlah lemak jenuh, yang telah dikaitkan dengan kadar kolesterol yang lebih tinggi.
Meskipun kolesterol tinggi dapat dikaitkan dengan gen, mengurangi daging merah akan sangat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh Anda. Begitu juga dengan mengambil langkah-langkah penurun kolesterol lainnya.
5. Mengurangi risiko kanker
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?