Suara.com - Pakar kesehatan sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam Sp. PD., memprediksi kasus Covid-19 di Indonesia bisa tembus hingga 500 ribu pada Desember mendatang.
Ia memperkirakan, lonjakan infeksi bisa terjadi lantaran dampak dari liburan panjang pekan ini, dan aksi demonstrasi beberapa hari terakhir.
"Saya prediksi Desember tembus 500 ribu. Dampak liburan, demo juga ada kemungkinan meningkat. Walaupun ada kecenderungan melandai," kata Prof Ari saat dihubungi Suara.com, Sabtu (31/10/2020).
Ia menjelaskan, saat ini laju peningkatan kasus baru relatif stabil di angka 4 ribu per hari, meskipun aktivitas masyarakat di area publik cukup tinggi.
"Mungkin karena protokol kesehatan juga sudah lebih bagus. Artinya aktivitas cukup tinggi tapi protokol bagus, kita kunci sekarang," katanya.
Hanya saja, ia tidak menampik bahwa kasus bisa melonjak setiap kali ada kerumunan. Terutama kerumunan di tempat yang sirkulasi udaranya kurang baik.
"Yang masalah itu tempat makan ini (ruangan tertutup). Klaster keluarga cukup tinggi. Sebenarnya kalau makan yang outdoor relatif lebih aman. Karena sirkulasi udara terjadi," katanya.
Penambahan kasus harian rata-rata 4 ribu per hari, dinilai Prof Ari masih tinggi. Sehingga belum bisa dikatakan Covid-19 di Indonesia telah teratasi. Pandemi baru bisa disebut berhasil ditangani jika penambahan infeksi harian menurun.
"Ini kita masih tinggi, 4 ribuan. Baru mau tahap melandai, belum turun," ujarnya.
Baca Juga: Bahas Pandemi Multi Perspektif, GenBI Unhas Adakan Webinar
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?