Suara.com - Mengajarkan anak untuk bisa mengelola keuangan sangat penting. Hal ini bertujuan agar anak tumbuh menjadi seorang yang bijak dalam mengatur pengeluaran, serta menjadikan anak terbiasa untuk menghargai sesuatu yang telah diraihnya dengan usaha sendiri.
Hal ini juga yang diakui aktor senior Lukman Sardi dalam webinar Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dengan tema ‘Selalu Siap di Segala Kondisi dengan Asuransi’, Senin (2/11/2020).
“Pada prinsipnya kita harus ajarkan anak mengelola keuangan. Mereka perlu melihat keperluan apa yang dibutuhkan, misalnya mau beli mainan, dan aku mencoba untuk memberikan pengertian kepada anak-anak agar tau mana yang prioritas atau bukan,” kata dia.
Terlepas dari itu, menurutnya, mengelola keuangan akan berdampak baik untuk ke masa yang akan datang. Terlebih, sebagai pekerja seni pendapatannya tak menentu. Oleh karenanya, ia selalu membuat perencanaan dengan matang.
“Aku harus lebih merinci dalam pengeluaran. Kaya hitung-hitungan anak untuk bayar sekolah, jadi harus berapa film ini, dan itu aku harus tau nilai bayaran aku berapa, jadi aku juga cukup merinci antara pendapatan dan pengeluaran,” jelas pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 1971 itu.
Baginya, perencanaan keuangan yang matang itu penting dilakukan agar bisa bertahan dalam berbagai cobaan. Seperti yang ia contohkan saat pandemi ini, karena setiap ujian itu datang secara tiba-tiba.
“Perencanaan tabungan dan asuransi bisa membantu kita ke depannya. Contoh saat pandemi ini, kalau kita gak punya planning tentu hidup akan kacau. Jadi income berapapun harus planning mengatur pengeluaran jangka pendek dan panjang, dan pasti harus ada dana darurat,” beber dia.
Lukman menuturkan, jadi prinsipnya selalu memikirkan masa depan. Karena setiap orang itu gak akan ada yang tau apa yang terjadi dalam sehari ke depan bahkan satu jam pun. Dengan begitu, ketimbang menghamburkan uang sebaiknya gunakan untuk planning jangka panjang.
Baca Juga: Jadwal Belajar dari Rumah TVRI Besok, Kamis 3 September 2020: Overparenting
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh