Suara.com - Ada tiga faktor yang dapat membantu mengoptimalkan perkembangan anak menurut dokter spesialis anak, dr. Lucy Amelia, Sp.A, M.Kes. Pertama adalah faktor yang tidak bisa diintervensi seperti keturunan atau genetik, kemudian faktor yang masih bisa diintervensi seperti nutrisi dan lingkungan, termasuk juga stimulus yang diberikan orangtua.
"Kita perlu memberikan stimulus itu karena kita mengharapkan generasi alpha ini tumbuh jadi anak yang tanggap, tangkas dan tangguh. Jadi kita harus mengasah kemampuan motorik, kemampuan kognitif, dan jangan lupa sistem imunnya karena saling mempengaruhi satu sama lain," paparnya dikutip dari IGTV enfaclub, Rabu (11/11/2020).
Kuncinya ada di nutrisi esensial yang disiapkan untuk anak, tambahnya. Terutama usia dua tahun pertama di mana terjadi pertumbuhan yang sangat pesat, terutama pada otak.
Menurut dokter Lucy, saat itu berat otak anak hampir 75 persen dari berat otak orang dewasa.
"Kita harus berpacu untuk meningkatkan nutrien seperti protein, karbohidrat, dan lemak. Termasuk di dalamnya asam lemak yang terdiri dari omega 3, AHA, DHA, dan vitamin dan mineral," jelasnya.
Kemudian, otak anak akan berkembang sampai 90 persen ketika usianya di atas 1 tahun. Dokter Lucy mengatakan, susu juga nutrisi lengkap tetap penting diberikan untuk anak hingga usianya lima tahun.
"Kebutuhannya sama omega 3, omega 6, zink, kalsium. Hanya saja angka kecukupan gizinya berbeda antara anak di atas usia 1 tahun, 1-3 tahun, dan di atas 3 tahun," paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh