Suara.com - Para peneliti dari Universitas Columbia telah mengembangkan semprotan hidung yang dapat membantu menjembatani kesenjangan di daerah yang mana vaksinasi massal tidak memungkinkan.
Mereka mengklaim semprotan ini dapat melindungi orang-orang dari virus corona jenis baru.
Semprotan hidung ini dinyatakan efektif dalam mencegah infeksi virus corona setelah dites terhadap musang bersama dengan model 3D manusia.
Produk ini bekerja secara instan dan efeknya bertahan selama 24 jam penuh.
Hal lainnya yang baik dari produk ini adalah harganya yang murah dan tidak memerlukan pendinginan.
Dilansir The Health Site, semprotan hidung ini berasal dari kombinasi lipid dan peptida yang mencegah SARS-CoV-2 agar tidak menempel dengan membran sel.
Semprotan ini memblokir protein kunci afar tidak berubah menjadi bentuk tertentu.
Meski sudah diklaim efektif, semprotan ini masih perlu diuji coba kepada manusia untuk memastikan kemanjurannya sebelum diproduksi dalam skala besar.
Anne Moscona dan Matteo Porotto, para peneliti yang mengerjakan obat semprot hidung, berharap ini dapat membantu menjembatani kesenjangan di daerah di mana vaksinasi massal tidak mungkin dilakukan.
Baca Juga: Brasil Tunda Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac, Bagaimana Indonesia?
Mereka juga berharap produk ini dapat melengkapi daerah di mana vaksin Covid-19 sudah tersedia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?