Suara.com - Harapan untuk menghentikan pandemi virus corona atau Covid-19 tidak akan lama lagi. Hal ini berkat kemajuan luar biasa dari penelitian vaksin Covid-19 yang terbukti memiliki efektivitas hingga lebih dari 90 persen.
Bahkan, ahli penyakit infeksi asal Amerika Serikat Dr. Anthony Fauci menyebut pandemi Covid-19 tidak akan lama lagi. Demikian seperti dilansir dari New York Post.
“Pastinya ini tidak akan menjadi pandemi lebih lama karena saya yakin vaksin akan membalikkannya,” kata Fauci pada konferensi kesehatan virtual yang diselenggarakan oleh lembaga think tank Chatham House yang berbasis di London.
Namun, pakar penyakit menular terkemuka negara itu memperingatkan bahwa virus corona baru kemungkinan akan tetap ada.
“Saya ragu kita akan memberantas ini,” katanya. “Saya pikir kita perlu merencanakan bahwa ini adalah sesuatu yang mungkin perlu kita pertahankan secara kronis. Ini mungkin sesuatu yang menjadi endemik yang harus kita waspadai. "
Seperti diketahui, perusahaan biofarmasi di seluruh dunia telah berlomba untuk mengembangkan vaksin yang aman dan efektif melawan COVID-19.
Awal pekan ini, Pfizer dan BioNTech mengumumkan bahwa kandidat mereka lebih dari 90 persen efektif dalam studi tahap akhir.
Moderna juga mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka memiliki cukup data untuk menilai keefektifan bidikannya.
Perusahaan tidak mengatakan kapan hasilnya akan dirilis, tetapi Fauci mengatakan pada hari yang sama bahwa hasilnya bisa segera.
Baca Juga: Jumlah Positif Bertambah, 1,7 Juta Warga Tangsel Bakal Divaksinasi Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem