Suara.com - Penambahan kasus harian dan angka kematian virus corona kembali pecah rekor. Dari situs worldometers.info tercatat kasus Covid-19 di dunia bertambah 634.670 infeksi.
Sedangkan jumlah orang meninggal akibat terinfeksi Covid-19 sebanyak 9.546 jiwa dalam 24 jam terakhir. Hingga 13 November 2020 pukul 00.26 GMT atau 07.26 WIB, total kasus Covid-19 di dunia mencapai 53.066.146 infeksi dengan angka kematian lebih dari 1,29 juta jiwa dan yang telah dinyatakan sembuh 37,17 juta orang.
Lonjakan infeksi baru maupun kematian paling banyak terjadi Amerika Serikat. Negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak itu mengalami penambahan 157.121 infeksi dalam satu hari, membuat total kasusnya kini 10,86 juta.
Angka kematian harian di AS juga paling banyak di antara negara lain, dengan jumlah 1.117 jiwa. Total telah ada 248.515 jiwa di AS meninggal akibat terinfeksi virus corona SARS COV-2.
Ilmuwan AS Anthony Fauci mengatakan pada vaksin virus corona "kavaleri" akan membawa harapan baru dalam menyelesaikan persoalan kematian akibat Covid-19.
Pakar penyakit menular itu mengingatkan, publik tetap taat dengan protokol kesehatan untuk mencegah infeksi virus corona, walaupun ada harapan pada vaksin.
"Kavaleri akan datang, tetapi jangan meletakkan perlindungan Anda," kata Fauci melalui tautan video ke sebuah diskusi di London, dikutip dari Channel News Asia.
Jumlah infeksi baru yang terus melonjak membuat sejumlah rumah sakit di beberapa negara kewalahan. Salah satunya Perancis.
Negara itu melaporkan, jumlah orang di rumah sakit karena Covid-19 sekarang lebih tinggi dari puncak sebelumnya pada April lalu. Perancis juga menjadi negara dengan infeksi paling banyak di antara negara Eropa, lebih dari 1,89 juta kasus.
Baca Juga: 12 November, Positif Covid-19 Kaltim Tembus 235 Kasus, 100 di Samarinda
Sementara itu di negara lain, Menteri Kesehatan Serbia Zlatibor Loncar memperingatkan bahwa tidak ada lagi tempat tidur rumah sakit yang tersedia untuk pasien virus corona di ibu kota Beograd.
Sayangnya walaupun sudah diberi peringatan, masyarakatnya masih mengabaikan pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah untuk meminimalkan risiko infeksi.
Di Perancis, sebuah survei mengungkapkan bahwa lebih dari separuh populasi telah melanggar peraturan penguncian wilayah. Itu menunjukkan bahwa 60 persen telah melanggar aturan setidaknya satu kali, baik untuk alasan yang jelas atau pun hanya sekadar bertemu dengan keluarga dan teman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?