Suara.com - Siapa sangka, ternyata diabetes juga memengaruhi kesehatan seksual penderitanya. Seorang penderita diabetes tubuhnya tidak dapat menggunakan insulin dengan benar, dan ini dapat menyebabkan kadar gula darah tinggi.
Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan, seperti kerusakan saraf dan masalah kardiovaskular. Semua ini ternyata memengaruhi kehidupan seksual mereka.
Diabetes dan kesehatan seksual wanita
Berdasarkan The Health Site, diabetes dapat memengaruhi kehidupan seksual wanita dengan dua cara:
- Dalam kemampuan wanita dalam mengalami rangsangan dan gairah seksual, efeknya pada orgasme.
- Pelepasan pelumas pada vagina, yang dapat membuat seks menyakitkan.
Selama menopause, wanita yang menderita diabetes mungkin mengalami penurunan kadar gula darah secara tiba-tiba. Ini bisa terjadi saat berhubungan intim, yang membuatnya tidak nyaman.
Selain itu, wanita penderita diabetes lebih cenderung mengalami infeksi, seperti sariawan, sistitis, dan infeksi saluran kemih. Ini semua dapat memengaruhi kemampuan untuk melakukan atau menikmati hubungan seksual.
Diabetes dan kesehatan seksual pria
Menurut penelitian selama bertahun-tahun, pria dengan diabetes sering kali mengalami penurunan kadar testosteron, yang dapat memengaruhi gairah seks mereka.
Baca Juga: Pandemi Covid-19 Berdampak Pada Kesehatan Seksual Perempuan, Seperti Apa?
Salah satu masalah utama pria yang menderita diabetes adalah masalah disfungsi ereksi (DE).
Di sisi lain, agar pria dapat ereksi, harus ada aliran darah signifikan ke penis. Namun, diabetes merusak pembuluh darah, yang juga memengaruhi aliran darah ke penis.
Kondisi lain yang menyertai diabetes juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi, seperti kegemukan, tekanan darah tinggi, depresi, kecemasan, dan gaya hidup yang tidak aktif.
Namun, penderita diabetes dapat mencoba mempertahankan kehidupan seksnya dengan perubahan gaya hidup , pengobatan, dan berkomunikasi dengan pasangan tentang kondisinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?