Suara.com - Pandemi Covid-19 telah banyak membuat perubahan. Salah satunya ialah metode pembelajaran jarak jauh ( PJJ) yang dilakukan anak-anak. Hal ini bahkan, bisa membuat orangtua mengalami stres.
Sebab, banyak orangtua yang menganggap memiliki tantangan tersendiri dengan metode ini. Karena saat anak melakukan PJJ, sebisa mungkin orangtua menemani dan membantu menerangkan pelajaran kepada anak.
Tak jarang hal ini membuat orangtua stres. Hal ini pula yang dialami oleh artis, Donna Agnesia selama menemani anaknya PJJ. Ia mengaku harus lebih bersabar, dan perlu pintar-pintar membagi waktu bila ada pekerjaan di waktu yang sama.
Meski harus beradaptasi dengan hal baru, ibu tiga anak ini sebisa mungkin mencegah munculnya stres. Sebab, Donna mengaku sadar, meski PJJ memberi tantangan pada orangtua, tapi keadaan ini karena adanya penyakit yang memang membahayakan kesehatan anak.
“Beruntungnya saya dan suami punya komunikasi yang baik, kami juga berdiskusi dengan anak anak. Jadi selama di rumah, kita berbagi waktu yang punya waktu luang wajib temani anak saat belajar,” ujar Donna dalam pernyataannya secara virtual, beberapa hari lalu.
Dirinya merasa komunikasi adalah kunci utama untuk menciptakan suasana PJJ yang menyenangkan di rumah. Dia juga mengaku sering berdiskusi kepada ketiga anaknya tentang hal-hal yang membuat mereka merasa nyaman saat belajar.
“Terlebih masing-masing anak memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk dalam urusan metode belajar. Jadi kami berusaha memahami hal-hal yang membuat anak-anak merasa nyaman,” kata dia.
Selain itu, dia juga berusaha untuk tidak terlalu menekan anak-anaknya di kondisi seperti sekarang, karena mereka pun harus beradaptasi. Tak lupa Donna menyarankan agar para orangtua lebih peka terhadap kondisi anaknya yang menghadapi hal baru. Menurutnya, orangtua tak boleh absen memberikan motivasi dan menyediakan fasilitas belajar yang menunjang.
Orangtua juga disarankan bisa mengajak anaknya melakukan kegiatan lain sehabis PJJ, agar mereka luput dari perasaan bosan berada di rumah. Dengan begitu, diharapkan anak-anak bisa belajar secara maksimal dan optimal. Hasil yang didapatkan pun bisa sesuai impian orangtua.
Baca Juga: Anak-anak Darius Sinathrya Sampai Buat Surat Resmi Demi Keripik Singkong
“Jadi sebenarnya di masa pandemi karena banyak di rumah, ini adalah waktu yang tepat untuk konsolidasi dan berdiskusi antar anggota keluarga. Termasuk apa yang sebenarnya membuat anak nyaman saat belajar di rumah,” tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?